Antrean Solar Subsidi di SPBU, Hiswana Migas: Catat Nopol Kendaraan, Pastikan Pembeli Tepat Sasaran!

Rabu, 30 Maret 2022 – 23:40 WIB
SPBU Pertamina. Foto: Wenti Ayu/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (DPP Hiswana Migas) mengingatkan DPC dan anggota Hiswana Migas Bidang SPBU, untuk melaksanakan penyaluran sesuai aturan.

Salah satunya dengan mencatat nomor kendaraan yang membeli Solar Subsidi atau Solar Public Service Oblogation (PSO).

BACA JUGA: Gagal Menikah dengan Venna Melinda, Hotman Paris Salahkan Verrell dan Athalla?

Sebagai informasi, Hiswana Migas merupakan wadah yang menaungi pengusaha SPBU dan mitra Pertamina.

“Terkait maraknya antrean Solar PSO di SPBU, mohon pengusaha SPBU agar memperhatikan kategori konsumen/kendaraan, jumlah volume maksimal yang diperbolehkan dan mencatat nomor polisi kendaraan yang membeli Solar PSO,” kata Ketua DPP Hiswana Migas, Rachmad Muhammadiyah.

BACA JUGA: Jual Solar Subsidi, Pertamina Tombok Rp 7.300 per Liter

Terkait pencatatan nomor polisi kendaraan pembeli solar subsidi, sudah lama dilakukan SPBU untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran.

Informasi ini dimasukkan dalam sistem terintegrasi di Pertamina, sehingga terdeteksi apabila ada transaksi yang tidak wajar dan dapat ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi kepada pihak SPBU.

BACA JUGA: Skema Pemerintah Dalam Pengadaan Vaksin Halal Dipertanyakan

Selain itu, jika diperlukan, pihak SPBU juga dapat berkoordinasi dengan Aparat  Kepolisian/Aparat Penegak Hukum setempat.

Hal ini dimaksudkan, untuk membantu pengaturan dan pengawasan jenis kendaraan yang akan membeli solar PSO ke SPBU.

Dia pun memastikan distribusi solar subsidi, saat ini tetap aman, tidak ada masalah.

Sebelumnya, Pejabat sementara (Pjs) Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, saat ini memang penyaluran Solar Subsidi sudah melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah.

Tetapi, Pertamina tetap menjalankan penyaluran demi kepentingan masyarakat.

"Stok Solar subsidi secara nasional di level 20 hari dan setiap hari stok ini sekaligus proses penyaluran ke SPBU terus dimonitor secara real time. Namun perlu diketahui secara nasional per Februari penyaluran Solar subsidi telah melebihi kuota sekitar 10 persen," jelas Irto

Peningkatan konsumsi Solar Subsidi, lanjutnya, dipicu meningkatnya permintaan yang sejalan dengan pulihnya perekonomian.

Pertamina Patra Niaga akan terus memonitor seluruh proses distribusi mulai dari Terminal BBM hingga konsumen untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU.

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu panic buying. Pembelian bahan bakar kami imbau untuk tetap sesuai dengan kebutuhan. BBM Solar Nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang memiliki kualitas lebih baik telah kami siapkan," seru Irto.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler