Apa Salahnya Nurdin Halid?

Senin, 29 Februari 2016 – 21:52 WIB
Politikus Partai Golkar Nurdin Halid. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Suara miring ke politikus Partai Golkar, Nurdin Halid yang digadang-gadang bakal memimpin steering committee (SC) untuk musyawarah nasional (munas) semakin kencang. Kekahwatiran yang muncul adalah keberpihakan Nurdin pada salah satu calon ketua umum Golkar yang akan bersaing di munas April mendatang.

Namun, Ketua Paguyuban DPD I Golkar se-Indonesia, Ridwan Bae mengatakan, tak ada yang salah dengan posisi Nurdin sebagai ketua SC. Terlebih, rapat harian DPP Golkar sudah sepakat untuk memilih Nurdin untuk memimpin SC.

BACA JUGA: Coming Soon: Tersangka Baru Kasus Suap Kementerian PU

‘’Apa salahnya Nurdin? Kenapa ditolak jadi ketua SC Munas?” kata Ridwan di Jakarta, Senin (29/2).

Ridwan mengaku tak bermaksud membela Nurdin. Namun, katanya, semua pihak harus fair.  

BACA JUGA: Belum Puas, KPK Usahakan IAS Dihukum Lebih Berat Lagi

“Tapi harus fair dong. Kan rapat harian DPP Golkar sudah putuskan dia jadi Ketua SC Munas, berpasangan dengan Agun Gunandjar Sudarsa sebagai sekretaris SC,” tegasnya.

Menurut Ridwan, rapat pleno DPP Golkar yang akan datang tinggal mengetok palu untuk mengesahkan Nurdin sebagai ketua SC.  Sebab, dua kubu yang berkonflik di Golkar juga sudah sepakat.

BACA JUGA: Nurdin Halid Ditentang, Bamsoet Usul Ketua SC Dipilih Lewat Voting

Ridwan yang namanya mencuat ketika duduk di Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) itu justru khawatir akan ada masalah jika Nurdin terdepak dari posisi ketua SC. “Saya ingatkan, kalau ditolak akan jadi masalah besar,’’ tegasnya.

Sedangkan Ketua DPD Golkar Provinsi Lampung, Alzier Dhianis Thabranie mengatakan, penunjukan Nurdin sebagai ketua SC merupakan kesepakatan dari dua kubu yang bertika di partainya. Alzier menegaskan, baik Golkar kubu Aburizal ataupun Agung Laksono sudah sepakat memilih Nurdin sebagai ketua SC.

Alzier menyebut ada kubu yang kalap dan terus menolak Nurdin. Bahkan, sambung Alzier, ada pihak yang mulai mengiming-imingi kader Golkar yang mau menolak Nurdin.

“Banyak orang orang yang kalap menolak Nurdin menjadi ketua SC. Saya dengar ada kelompok yang membujuk kader Golkar tertentu agar pemilihan panitia dilaksanakan dengan voting. Kelompok tersebut telah menjanjikan amunisi pada anggota Golkar tertentu. Ini bahaya” katanya.

Sedangkan pengamat politik Universitas Indonesia, Amir Santoso justru melihat ada niat baik Nurdin dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dala munas Golkar yang akan datang. Karenanya, kata Amir, semestinya langkah Nurdin itu mendapat dukungan kader Golkar.

“Apa kata dunia jika orang yang punya keinginan baik kok malah disingkirkan?. Orang jadi curiga, jangan-jangan pihak-pihak yang menolak Nurdin jadi ketua SC adalah orang-orang yang tak ingin Golkar bersih," katanya.(ara/JPNN)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fraksi PKS Jadi yang Pertama Lakukan Tes Urine


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler