Aparat Kembali Gelar Razia di Dolly

Minggu, 10 Agustus 2014 – 16:24 WIB

jpnn.com - BERHATI-HATILAH para pria hidung belang yang masih kerap "jajan" di bekas lokalisasi Dolly. Ratusan aparat keamanan gabungan dari sejumlah instansi di Kota Surabaya makin sering menggelar razia di sana. Yang terbaru, aparat menggelar razia untuk menertibkan rumah hiburan umum (RHU) yang tidak berizin di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak, Sabtu (9/8) malam hingga Minggu (10/8) dini hari.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, selain RHU, aparat gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Polrestabes, dan Garnisun juga menertibkan panti pijat dan indekos yang digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung. 

BACA JUGA: Ahok Bangga dengan Perkembangan Banyuwangi

"Penertiban ini bertujuan untuk men-`sweeping` para mantan PSK Dolly dan Jarak yang masih berkeliaran di kawasan eks lokalisasi yang telah dinyatakan tutup pada tanggal 18 Juli 2014," katanya. 

Irvan juga menerangkan bahwa sejumlah tempat hiburan di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak menjadi sasaran utama operasi yustisi sekaligus untuk melakukan penertiban aturan Perda tentang RHU, yakni harus mengantongi izin yang telah dipersyaratkan oleh Pemkot Surabaya.

BACA JUGA: PT MedcoEnergi Tegaskan Bukan Penyebab Krisis Listrik di Tarakan

Untuk tempat hiburan yang tidak mengantongi izin, lanjut dia, pihaknya terbitkan surat pemberitahuan untuk segera mengurus perizinannya sekaligus untuk tidak beroperasi. "Jika masih bandel, akan kami lakukan penyegelan," katanya.

Saat aparat memasuki tempat hiburan Dong-Dong Pub n Karaoke, sempat mendapatkan perlawanan dari pengelola. Pasalnya, usaha yang mereka jalankan selama ini diakuinya telah mengantongi kelengkapan izin dari Pemkot Surabaya.

BACA JUGA: Polda Usut Pengakuan Pemimpin ISIS Cianjur

Namun, petugas tetap membawa seluruh wanita pemandu karaoke, waitres, musisi, dan sejumlah pengunjung diangkut ke dalam truk untuk dilakukan pendataan di Kantor Satpol PP Surabaya.

Menanggapi hal itu, Irvan tetap dengan keyakinannya karena tidak ingin kecolongan dengan PSK yang dicurigai mulai mencari celah dengan cara beralih profesi, yakni menyaru sebagai wanita pemandu karaoke, waitres, atau yang lainnya.

"Meskipun tempat hiburan ini (Dong-Dong) berizin, kami tetap melakukan verifikasi terhadap para wanitanya karena kami tidak ingin kecolongan ada PSK yang telah beralih profesi sebagai pemadu musik atau yang lainnya. Selanjutnya, kami bawa ke kantor guna pencocokan data para PSK yang sudah ada di kami," katanya. (ant/fr/mas) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sakit, Korban Pencabulan Ayah Tiri Belum Diperiksa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler