APBNP Dirombak Lagi, Politikus PDIP Salahkan Pendahulu Sri Mulyani

Jumat, 05 Agustus 2016 – 12:25 WIB
Anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Keputusan pemerintah merombak APBN Perubahan 2016 mengundang kritik keras dari anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno. Hendrawan bahkan secara gamblang menyebut perombakan APBN yang sebelumnya sudah direvisi itu merupakan buah kesalahan Bambang Brodjonegoro selaku menteri keuangan sebelum Sri Mulyani.

"Sudah kita duga. Ini koreksi terhadap optimisme berlebih Menkeu sebelumnya. Komisi XI sudah mengingatkan saat rapat-rapat APBNP 2016," katanya menjawab wartawan di Jakarta, Jumat (5/8).

BACA JUGA: Lagi, Politikus PKB Digarap KPK Terkait Kasus Suap di Kemenpupera

Politikus kelahiran Cilacap, Jawa Tengah itu menegaskan, pemerintah tidak boleh mengelola ekonomi bersandarkan pada harapan tanpa dasar, apalagi seperti berfantasi menang lotre. Sebab, revisi APBN yang berulang-ulang juga bisa memunculkan ketidakpercayaan publik.

"Jangan mempertaruhkan APBN di atas asumsi yang nggak masuk akal. Nanti tidak kredibel. Pasar menilai kita sedang main-main," tegasnya.

BACA JUGA: Densus 88 Tangkap Pentolan ISIS di Batam

Guru besar di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah itu menambahkan, pemangkasan anggaran terutama transfer daerah sebesar Rp 68,8 triliun akan berdampak signifikan. Sebab, pembangunan akan melambat.

Karenanya ia mengusulkan agar melemahnya kekuatan APBN segera diimbangi dengan peningkatan peran swasta. Antara lain melalui dana-dana repatriasi yang masuk sektor riil.

BACA JUGA: Buwas Klaim Tak Ada Maksud Jadikan Haris Tersangka

Selain itu, BUMN juga jangan lagi meminta penyertaan modal negara (PMN). "BUMN jangan mengemis PMN, tetapi harus kreatif menawarkan proyek-proyek kerja sama untuk menampung dana investor repatriasi," tambahnya.(fat/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Periksa Hakim Tinggi untuk Kasus Suap Saipul Jamil


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler