APCI: 93 Persen Cengkeh untuk Industri Rokok

Jumat, 04 Oktober 2013 – 11:42 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) menilai pernyataan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang menyebut cengkeh untuk tambahan rokok hanya sedikit, tidak berdasar dan patut dipertanyakan sumbernya.

"Kami mempertanyakan sumber keterangan itu dari mana dasarnya. Pasalnya, 93 persen cengkeh diserap oleh industri rokok, terutama kretek," kata Ketua APCI Soetarjo dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (4/10).

BACA JUGA: Lion Air Serahkan ke Pihak Berwenang

Dijelaskannya, APCI memang sudah mengirimkan surat keberatan yang disampaikan ke Presiden SBY bahwa memang hampir satu juta petani dari total lima juta hektar lahan cengke yang akan gulung tikar jika Frame Work Convention on Tobacco Control (FCTC) diberlakukan.

Data itu didapat APCI dari Dirjen Perkebunan dan juga sejumlah asosiasi.  "Jadi kami punya data jelas, saya tidak tahu Ibu Menteri memakai data yang mana," sambungnya.

BACA JUGA: Tol Jakarta-Surabaya di Atas Laut Butuh Dana Rp 150 T

Soetarjo juga heran, Menkes tetap saja ngotot meski menteri lain sudah memberi sinyal penolakan. "Kami dapat dukungan dari sejumlah kementerian lain," jelasnya tanpa memerinci.

Lebih lanjut, hasil produksi cengkih Indonesia per tahun berkisar 100 ribu ton dengan luas lahan sekitar lima juta hektare. Kini produksinya berkisar 75 ribu ton lantaran masalah cuaca sehingga harganya melonjak.

BACA JUGA: Dukung Pembangunan Tol Jakarta-Surabaya di Atas Laut

"Kami minta jangan ada regulasi yang mengganggu petani cengkeh," ujarnya.

Seotarjo menegaskan, klausul yang paling ditolak petani cengkeh dalam FCTC terutama pasal 9-10 yang menyebut rokok tidak boleh pakai zat perasa. Padahal, rokok kretek mayoritas memakai cengkeh untuk memperkuat rasa.

Ia mengingatkan agar Menkes tahu betul bahwa cengkeh asal Indonesia sangat disukai pasar dan dinyatakan terbaik di dunia. "Jika FCTC diterapkan ditandatangi otomotis pemakaian cengkeh berkurang, petani di daerah akan kacau," tandasnya.

Dijelaskannya, jika Menkesi tetap ngotot, kalangan petani juga akan menunjukkan hal yang sama dan siap melakukan protes besar-besaran.

"Kabinet ini kan sebentar lagi, kita liat nanti setelah turun apakah sikapnya masih sama," pungkas Soetarjo. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tol Jakarta-Surabaya di Atas Laut Segera Dibangun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler