APPI: Pemain Miris, Klub Tak Peduli

Sabtu, 23 November 2013 – 06:50 WIB

jpnn.com - JAKARTA-Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) kembali meluncurkan rilisnya, kemarin (22/11) malam. Jika sebelumnya terkait tunggakan klub, maka kali ini  APPI menginformasikan nasib terakhir beberapa pemain yang gajinya sampai saat ini masih tertunggak.

CEO APPI Valentino SImanjuntak menuturkan bahwa langkah ini dilakukan agar masyarakat bola, maupun PSSI mengetahui kondisi pemain saat ini. Dimana, mereka merasakan penderitaan dan hidup dalam keadaan tidak layak akibat klub yang tak menyelesaikan kewajibannya.

BACA JUGA: Sarankan Goetze Bawa Penutup Telinga

"Ini agar semua tahu (masyarakat, insan sepak bola baik di klub maupoun PSSI) bagaimana kondisi pemain yang tak terpenuhi haknya sekarang. Yang diterima, tak sesuai dengan yang diperjanjikan di kontrak mereka," katanya, kemarin (22/11) malam.

Lelaki yang juga komentator bola itu menuturkan bahwa ini sebagai pengingat, menjelang bergulirnya Indonesia Super League (ISL) 2014. Pasalnya, disaat kondisi pemain masih miris dan haknya belum terbayar, klub mereka ternyata kebanyakan tak peduli.

BACA JUGA: Ganda Campuran Gagal Bawa Gelar Juara

"Ironisnya pihak yang seharusnya bertanggung jawab seakan tak mau tahu. Bahkan ada klub yang sudah melakukan seleksi pemain baru, meski tunggakan mereka di musim sebelumnya belum terselesaikan," tuturnya.

APPI berharap agar apa yang dialami pemain pada musim ini, tidak terulang di musim depan. Sebelum kompetisi dimulai, apa yang ditunjukkan oleh APPI ini diharapkan mampu membuat PSSI juga merasakan hal yang sama,  bahwa klub-klub yang bermasalah, harus dibuat jera.

BACA JUGA: Kian Terdesak tapi Banyak Pilihan

Memang, jika kondisi ini tak kunjung disikapi dengan tegas dan dibiarkan oleh PSSI. Maka harapan kompetisi benar-benar professional dengan diikuti klub yang profesional, akan sulit tercapai. Karena itu, butuh keberanian untuk menghentikan kebiasaan buruk klub-klub ini. Kalau membiarkan kesalahanini terus berulang, maka, jangan berharap kompetisi bakal lebih profesional. (aam)

Daftar Beberapa Pemain

Fernando Soler (Argentina/Persebaya 1927)
Kasus : 8 bulan tidak digaji Persebaya 1927 pada musim 2013, dan  2 bulan pada musim  2011/2012
Imbas: Soler beserta istri dan 3 orang anaknya diusir paksa dari tempat tinggalnya karena sudah tidak memiliki uang untuk membayar sewa dan saat ini tidak thau akan tinggal dimana.
Fernando yang berniat untuk kembali ke kampung halamannya di Argentina pun harus mengurungkan niatnya karena paspor Fernando dan Keluarganya ditahan oleh pihak Imigrasidan dibutuhkan sejumlah uang untuk mendapatkannya kembali.  

Alamsyah Nasution, Irwin Ramadhana (PSMS Medan)
Kasus: 10 bulan gaji belum dibayar.
Imbas: Alamsyah bekerja serabutan, mulai dari menjaga kolam pemancingan hingga menjadi pengayuh becak pun dilakukannya untuk dapat menghidupi keluarganya. Irwin hanya mengandalkan perkerjaannya sebagai satpam di salah satu Bank di Medan.

Hidayat Berutu (Perseman/Mantan penjaga Gawang Timnas U-22)
Kasus : 5 bulan gaji belum dibayar.
Imbas: Mengalami kesulitan dalam membiayai pengobatan karena cedera. Padahal seharusnya hal tersebut menjadi tanggung jawab dari klub.  Terpaksa hanya menjalani pengobatan tradisional untuk menyembuhkan cedera yang dialaminya. Demi membiayai pengobatannya, dia rela menjual seragam timnas dan dua medali melalui situs jual-beli online. Saat ini maish butuh dana sekitar Rp 50 - 75 juta untuk membiayai terapinya agar kondisi Hidayat dapat kembali normal

Lucky Diokpara (Nigeria.Persisko Tanjabbar)
Kasus: Gaji 6 bulan belum dibayar. Kitas tidak diurus oleh klub.
Imbas: Dipenjara beberapa bulan karena justru dilaporkan ke imigrasi oleh Persisko sehingga dia ditahan. Terpaksa tinggal menumpang dan menunggu uang untuk bisapulang.

Traore Moussa, Sylla Bamba (Mali/PSAP Sigli)
Kasus: 1 Musim gaji belum dibayar
Imbas: Menganggur karena takut mendapatkan perlakuan yangs ama dari klub lain.  Traore dan Sylla membutuhkan uang untuk dapat kembali ke keluarga mereka di kampung halamannya.

Abdoulaye Sekou Camara (Alm.)- Mali
Kasus: PSAP Sigli dan Persiwa Wamena (klub lamanya sebelum PBR) masih menghutang gaji lebih dari tiga bulan.  
Imbas: Sempat terlunta-lunta, dan keluarganya tak kunjung menerima hak dari dua klub yang masih menunggak ini.

BACA ARTIKEL LAINNYA... SFC Seleksi Pelatih Kiper


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler