Aptindo Siap Bersaing dengan Terigu Impor

Jumat, 10 Juni 2011 – 21:08 WIB
JAKARTA - Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) menyatakan kesiapan menghadapi serbuan terigu imporSebelum ini diketahui, terigu impor memasuki pasar domestik dengan harga jual lebih murah dibandingkan dengan terigu produksi dalam negeri

BACA JUGA: Genjot Kredit, Bank Riau Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

Kemudian keluar rekomendasi Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Kementerian Perdagangan pada Menteri Keuangan agar mengenakan bea masuk anti dumping terhadap terigu impor khususnya dari Turki.

Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies mengatakan kebijakan praktik perdagangan yang sehat perlu diterapkan
Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak pernah mengajukan permintaan pada pemerintah agar dikeluarkan kebijakan anti terigu impor

BACA JUGA: Perkuat Pasar dengan Nokia Life Tools

"Aptindo siap berkompetisi dengan terigu impor asal dilakukan dengan adil
karena harga jual terigu di pasaran domestik Indonesia termurah di Asia, bahkan dunia," katanya kemarin (9/6).

Terkait rekomendasi atas bea masuk anti dumping terhadap terigu asal Turki, lanjut dia, sudah memenuhi ketentuan ketika pelaku usaha luar negeri dinilai curang

BACA JUGA: BFI Targetkan Pembiayaan Rp 6 T

Dasar kebijakan tersebut pun mengacu pada ketentuan WTO"Sebagai contoh, pengenaan BMADS (Bea Masuk Antidumping Sementara) terhadap 58 produk asal Indonesia oleh Otoritas Turki masih dalam investigasi yang dilanjutkan BMADBelum lagi ditambah dengan safeguard," tandas Ratna.

Sedangkan masuknya terigu impor asal Turki dinilai merugikan, khususnya bagi industri baru skala kecil dan menengahHarga jual terigu Turki setara dengan harga bahan baku atau lebih murah sekitar 20 persen dari harga rata-rata di pasaran"dampak negatif tersebut banyak dirasakan industri terigu skala kecilNah kalau yang skala kecil sampai tutup, penjualan kembali dimonopoli perusahaan besar seperti BogasariKarena hanya perusahaan besar yang bisa melawan terigu impor," ungkap dia.

Selama ini impor terbesar dari Turki dikuasai komoditas tepung teriguData Badan Pusat Statistik menunjukkan nilai impor terigu dari Turki terus meningkatSampai April 2011, nilai impor sebesar USD 49,3 jutaSedangkan pada periode sama tahun lalu senilai USD 38,4 jutaUntuk rincian per bulan pada April 2011 sebesar USD 10,9 juta dan Maret USD 11,5 juta.

Sebelum ini, Perkumpulan Pedagang Kecil Pengolah Terigu (PPKPT) menyatakan rekomendasi yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan melalui KADI hanya menguntungkan pemain lamaPPKPT menduga pemain lama tidak menginginkan keuntungan mereka berkurangBahkan, kalau sampai dijadikan kebijakan akan merugikan pedagang kecilLantaran, varian tepung terigu makin sedikit dengan harga lebih mahal(res/ito/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Daftar Tunggu Sambungan Listrik Tuntas Juni


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler