Sebut BPOM Tak Bisa Dipercaya Lagi, Arief Poyuono: Sudah Disusupi

Minggu, 18 April 2021 – 13:03 WIB
Ilustrasi, vaksinasi COVID-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Gerindra Arief Poyuono menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah tidak bisa dipercaya lagi.

Sebab, Arief menduga BPOM telah disusupi kepentingan oligarki bisnis farmasi international.

BACA JUGA: Sultan Minta Polemik Vaksin Nusantara Diselesaikan Secara Keilmuan

"Virus oligarki perusahaan farmasi di dunia diduga sudah menyebar di BPOM untuk menolak vaksin Nusantara. Kepercayaan atau trust terhadap integritas BPOM sudah tidak bisa dipercaya. Karena vaksin impor juga tidak jelas dan tidak terbuka dalam uji klinisnya," kata dia kepada jpnn.com, Minggu (18/4).

Arief melihat belum ada satu data pun serta bukti di dunia yang menyatakan vaksin impor seperti Sinovac, Astrazeneca, dan vaksin lainnya terbukti efektif dan manjur serta bisa melemahkan virus Covid-19.

BACA JUGA: Pengakuan Pak Kades Berbuat Dosa Sama Keponakan

"Malah yang ada banyak di negara negara yang mengomsumsi vaksin-vaksin tersebut meninggal dan berdampak pada kesehatan yang memburuk di mana sebelumnya orang yang divaksin sehat," kata dia.

Menurut dia, BPOM seharusnya mendorong uji klinis vaksin Nusantara gagasan Terawan Agus Putranto itu. Namun, BPOM malah melakukan sebaliknya.

"Vaksin Nusantara buatan dalam negeri tidak dikeluarkan izinnya oleh BPOM hanya masalah terganggu oligarki bisnis farmasi international, yang diduga sudah punya kaki tangan di BPOM selama berpuluh puluh tahun lamanya," kata dia.

Arief juga mempersilakan masyarakat untuk memeriksa harga saham emiten perusahaan obat-obatan yang menjadi oligarki farmasi dunia. Terutama perusahaan yang memproduksi vaksin Covid-19, nilai sahamnya naik draktis.

Di sisi lain, lanjut Arief, tidak ada satu negara pun yang sudah melakukan program vaksinisasi mengklaim wilayahnya bebas Covid-19. Artinya vaksin Sinovac dan Astrazeneca, belum bisa dibilang manjur.

"Jadi, presiden harus turun tangan untuk masalah Vaksin Nusantara dan mencopot Kepala BPOM," jelas Arief. (tan/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler