Sultan Minta Polemik Vaksin Nusantara Diselesaikan Secara Keilmuan

Sabtu, 17 April 2021 – 23:51 WIB
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin soroti polemik vaksin Nusantara. Foto: humas DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin merespons dukungan 46 orang tokoh dari berbagai latar belakang kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait polemik vaksin Nusantara.

Pasalnya, BPOM tidak memberikan izin atau Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) fase kedua terhadap vaksin Nusantara, tetapi uji klinis itu tetap dilanjutkan oleh tim peneliti vaksin yang diinisiasi dr Terawan itu.

BACA JUGA: Bang Saleh Datang ke RSPAD, Minta Disuntik Vaksin Nusantara, Simak Pengakuannya

"Permasalahan utama atas polemik antara vaksin Nusantara dan BPOM adalah perbedaan sudut pandang secara ilmiah. Jadi dukungan dari pihak luar kepada BPOM juga tidak ada urgensinya," kata Sultan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/4).

Sultan justru melihat dukungan kepada BPOM itu lebih kepada nuansa politis dalam membangun opini di ruang publik. Padahal, yang dibutuhkan saat ini seharusnya dukungan para scientist.

BACA JUGA: Fauzi Amro Minta Penganiaya Perawat di Palembang Diberi Hukuman Setimpal

"Agar kemudian ada diskusi argumentatif yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan," ujar Sultan.

Senator muda asal Bengkulu itu juga beberapa kali menyatakan dukungan secara resmi terhadap vaksin Nusantara. Bahkan, dia meminta pemerintah memberikan fasilitas riset secara maksimal untuk mengkaji lebih jauh dan secara presisi dalam pengembangannya.

BACA JUGA: IR Ditangkap Polisi, SL dan MF Dipancing dengan Uang Rp 10 juta

Di sisi lain, Sultan memandang polemik yang terjadi menunjukkan tentang lemahnya bangsa Indonesia terhadap pemahaman dan apresiasi terhadap ilmu pengetahuan, pengembangan, serta metode ilmiah yang dipelopori oleh anak bangsa.

Dia mengingatkan walaupun sebuah kebijakan adalah produk politik, tetapi pandemi Covid-19 harus tetap dilawan dengan kekuatan ilmu pengetahuan.

Begitu juga mengenai vaksin Nusantara yang memerlukan sikap dukungan agar mampu memberikan kontribusi terhadap kehidupan manusia. Terlebih negara-negara dunia sedang berlomba-lomba menemukan vaksin.

Sultan mengatakan vaksin Nusantara yang sedang dikembangkan oleh dr Terawan diklaim sebagai satu-satunya vaksin yang dapat memberikan kekebalan permanen bagi penerimanya. Hal itu seharusnya suatu kebanggaan.

Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu juga memuji cara berpikir dr Terawan yang out the box. Contohnya soal kontroversinya terkait metode Cuci Otak untuk menyembuhkan pasien stroke yang dianggap belum memenuhi metode ilmiah.

Namun, metode yang ditolak beberapa pihak di Indonesia itu justru telah menyembuhkan puluhan ribu orang dan bahkan metode pengobatannya telah diterapkan di negara Jerman.

BACA JUGA: MD Beri Pengakuan kepada Polisi, Kalapas Kendari Bilang Tidak Masuk Akal

"Jadi, kenapa tidak BPOM memberikan ruang kesempatan sebesarnya kepada penelitian tersebut?" ucap Sultan mempertanyakan.

Sultan berharap kedaulatan dan kemandirian Indonesia dapat terjamin dalam bidang kesehatan dan pengobatan, sehingga ada kesiapan dalam negeri jika ada embargo atau situasi lainnya yang memotong rantai pasok vaksin ke dalam negeri.

"Kita tidak boleh sangat tergantung kepada negara lain terhadap vaksin Corona. Negara kita mesti mandiri dan berdaulat dalam bidang kesehatan khususnya," pungkas Sultan B Najamudin. (*/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler