Arifin Panigoro Meninggal Dunia, Moeldoko Kenang Perjuangan Almarhum Saat Soeharto Lengser

Senin, 28 Februari 2022 – 11:33 WIB
Arifin Panigoro meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat pada Senin (28/2) WIB. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyampaikan turut berduka atas meninggalnya anggota Watimpres sekaligus pengusaha minyak Arifin Panigoro.

"Selamat jalan Bapak Arifin Panigoro," tulis Moeldoko melalui akun pribadinya di Instagram, Senin (28/2).

BACA JUGA: Berita Duka, Arifin Panigoro Meninggal Dunia

Arifin Panigoro meninggal dunia pada hari ini setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat pada hari ini, Senin (28/2) pukul 03.29 WIB.

Selain usahawan, Arifin Panigoro juga dikenal sebagai tokoh pergerakan dan seorang politisi.

BACA JUGA: Ditelepon Jokowi, Arifin Panigoro Ungkap 2 Keinginan Sebelum Meninggal

Dalam karier politiknya, Arifin dikenal sebagai sosok yang dekat dengan kalangan mahasiswa.

Dia dituduh menggagalkan Sidang Umum MPR yang hendak melantik Soeharto menjadi presiden untuk ketujuh kalinya pada 1998.

BACA JUGA: Profil Arifin Panigoro, Raja Minyak jadi Anggota Wantimpres 2019-2024

Kala itu, ia melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh politik di Hotel Radison, Yogyakarta.

Saat aksi mahasiswa kian memanas dan meminta Soeharto turun, Arifin memberikan bantuan logistik kepada para mahasiswa yang melakukan demonstrasi di Gedung DPR.

Bantuan itu Arifin berikan untuk mencegah kekacauan dan kerusuhan.

Dia tak ingin ada sentimen anti-Tionghoa maupun permusuhan di antara golongan muslim dan nonmuslim meluas ke seluruh Indonesia.

Setelah Soeharto lengser, Arifin lantas bergabung dengan partai politik PDIP dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR untuk daerah pemilihan Kabupaten Tangerang pada Pemilu 1999.

Pada 2005, ia mengundurkan diri dari DPR dan PDIP, lalu membentuk Partai Demokrasi Pembaruan.

Partai itu didirikan oleh beberapa mantan anggota PDIP yang pernah dekat dengan Megawati Soekarnoputri.

"Langkah-langkah politik yang diambil almarhum menunjukkan cintanya pada bangsa dan menjunjung tolerasi," kenang Moeldoko. (mar1/jpnn)


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler