Arus Bawah Demokrat Solid Dukung Prabowo - Sandi

Jumat, 14 September 2018 – 11:00 WIB
Syarief Hasan. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan memastikan partainya solid mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Menurut Syarief, dukungan PD kepada Prabowo-Sandi datang dari arus bawah.

Syarief menjelaskan, PD memang memutuskan mendukung Prabowo-Sandi pada last minutes pendaftaran pasangan calon 10 Agustus 2018. Berbeda dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sudah lebih dulu melakukan sosialisasi untuk mendukung Prabowo-Sandi.

BACA JUGA: Demokrat Berserah ke Rakyat Ketimbang Hasil Survei

Dia menjelaskan, awalnya PD memutuskan akan bergabung pada 24 Juli 2018 setelah Prabowo bertandang ke kediaman Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setelah itu, ada hubungan timbal balik untuk mendalami kerja sama.

Lantas pada 29-30 Juli, confirmed PD merapat ke koalisi secara nonformal. “Formalnya adalah 10 Agustus. Sekarang ini 13 September, jadi belum sebulan,” kata Syarief dalam diskusi “Isu Dua Kaki Demokrat Ganggu Parpol Koalisi?” di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9).

BACA JUGA: Sandiaga Bilang Pengusaha Muda Menjerit

Dia menyatakan sebelum resmi memutuskan bergabung mendukung Prabowo 10 Agustus 2018 itu, SBY sudah menginstruksikan kepada seluruh ketua DPD PD seluruh Indonesia melakukan survei internal kepada semua kader.

Survei meminta pandangan apakah PD harus mendukung Joko Widodo (Jokowi) atau Prabowo. “Jadi kami betul-betul dari bawah dan murni tidak ada pengondisian dulu,” katanya.

BACA JUGA: Mbak Yenny Wahid Mau enggak ya?

Dia mengatakan, dari hasil survei yang dikumpulkan dari 34 DPD provinsi se Indonesia, hasilnya 80 persen memilih Prabowo. Sisanya, memilih Jokowi.

“Urutannya Jawa Timur paling tinggi, kemudian Papua, NTT, Bali, Sulawesi Utara itu hanya puluhan saja. Jadi, ada itu seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut Syarief, pihaknya tidak akan memecat mereka yang memberikan pandangan PD harus mendukung Jokowi. Justru, kata Syarief, hal ini menjadi kewajiban DPP PD untuk meyakinkan agar memilih Prabowo dengan berbagai alasan.

“Karena mereka mungkin belum tahu apa dan kenapa. Mereka hanya dihadapkan kepada dua opsi mau milih Jokowi atau Prabowo,” ujarnya.

Jadi, Syarief menegaskan PD akan mengusahakan yang 20 persen itu mendukung Prabowo-Sandi, terlebih lagi masih ada waktu kurang lebih enam bulan sebelum Pilpres 2019.

“Dalam mengevaluasi suatu kesimpulan berdasar data statistik, kalau satu, dua, tiga itu juga dieliminir atau dianggap tidak ada karena tak berpengaruh signifikan,” katanya.

Lebih lanjut Syarief mengatakan PD memprioritaskan menang di pileg dan memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Menurut dia, dua hal ini sama-sama menjadi prioritas.

“Mana yang lebih utama? Dua-duanya (pileg dan pilpres) yang utama. Sama dengan langkah kaki kiri dan kanan mana yang utama? Tidak ada yang lebih utama, dua-duanya berfungsi, dua-duanya berfungsi,” katanya. (boy//jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... RD Resmi Buka Pendaftaran Relawan Pemenangan Prabowo - Sandi


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler