Arus Urbanisasi Diperkirakan Capai 1,06 Juta Orang

Selasa, 05 Agustus 2014 – 06:22 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Mudik lebaran telah usai. Namun masih ada yang tersisa dari fenomena pulang kampung di Indonesia ini. Yakni arus urbanisasi yang kerap terjadi pasca mudik terjadi. Tahun ini, perpindahan penduduk dari desa ke kota ini diperkirakan mencapat 1,061.745 juta jiwa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 55 ribu orang dibandingkan pada tahun 2013, yang mencapai 1.006.745 orang.

BACA JUGA: SBY Minta Transisi Pemerintahan Dilakukan Pasca Putusan MK

Fenomena ini, tak hanya terjadi di ibukota, Jakarta, melainkan juga disejumla kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Bandung, Semarang, dan Medan.

Arus urbanisasi ini sayangnya tak hanya memindahkan penduduk saja. Secara tidak langsung, persoalan lain yang ada juga turut dipindahkan. Misalnya para penduduk baru yang datang tanpa keterampilan dan keahlian. Mereka dianggap hanya akan menimbulakan peningkatan pengangguran di perkotaan.

BACA JUGA: Pendaftaran CPNS 2014 Mulai 20 Agustus

"Sebagian besar dari mereka tidak dibekali keterampilan dan keahlian yang cukup untuk mencari pekerjaan yang sesuai sehingga dapat menjadi permasalahan baru di perkotaan," ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar di Jakarta, kemarin.

Karenanya, pihaknya tengah berupaya untuk berkoordinasi dengan kementerian dan instansi terkait guna menagntispasi masalah ini. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan perekonomian kreatif di pedesaan.

BACA JUGA: Orang Dekat Megawati Pimpin Tim Transisi

Upaya tersebut dapat dibantu dengan dana Rp 1,5 miliar per tahun per desa yang telah dianggarkan melalui Undang-undang Desa.

"Kita harus mendorong daerah agar berhasil mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan dan meningkatkan pembangunan di pedesaan dan kota-kota kecil. Agar penduduk tidak harus pergi ke kota," pungkasnya.

Saat ini sendiri, pemerintah telah menerapkan program desa produktif yang ada di seluruh Indonesia. Tercatat sebanyak 132 desa di 33 Provinsi di Indonesia yang telah mengikuti program ini.

Sementara itu, untuk memperbaiki keterampilan dan keahlian mereka, pemerintah menghimbau agar para penduduk urbanisasi itu masuk ke balai latihan kerja (BLK). Dengan pelatihan yang diberikan, Muhaimin berharap kemampuan mereka akan mumpuni seperti yang dibutuhkan oleh industri. Sehingga, akan mempercepat penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.

Selain masalah pengangguran, arus urbanisasi ini juga turut mengancam kesehatan. Terlebih untuk daerah yang padat penduduk karena akan mengakibatkan penyakit menular dan tidak menular.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi mengatakan, urbanisasi ini bisa menimbulkan masalah kesehatan ataupun aset perbaikan dalam kesehatan di lingkunganya. Menurutnya, ancaman kesehatan muncul jika mereka berada dalam lingkungan yang kumuh.

Dalam hal ini keberadaan tempat tinggal yang sangat berdekatan dikahwatirkan dapat mengakibatkan gesekan penularan penyakit dengan mudah. Ini berpoengaruh dalam kesehatan lingkungan, karena kebersihan tidak bisa dijaga," ungkapnya. (mia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Politisi PKS Anggap Israel Dalam Posisi Diuntungkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler