AS Ternyata Pernah Minta Indonesia Kirim Tentara untuk Perangi ISIS di Irak

Selasa, 30 Juni 2015 – 08:42 WIB

jpnn.com - CANBERRA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) ternyata pernah meminta Indonesia agar mengirimkan pasukan untuk memerangi kelompok Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Permintaan AS itu disampaikan saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjabat sebagai Presiden RI.

Hal itu diungkapkan mantan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa saat berbicara di Australian National University (ANU), Australia, Senin (29/6). Menurutnya, Indonesia menolak permintaan itu karena memilih berkontribusi dengan mengatasi kelompok ekstrimis di dalam negeri.

BACA JUGA: Kencing Sembarangan, 109 Orang Ditangkap

“Kontribusi terbaik kami adalah memastikan ancaman dan ideologi ISIS tidak berkembang di negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia,” katanya.

Mantan Dita Besar RI di Inggris itu menambahkan, bergabung dengan koalisi untuk memerangi ISIS langsung di Irak memang akan membuat wajah Indonesia positif di depan negara-negara barat. Namun, hal itu juga berisiko di dalam negeri. “Itu bisa menciptakan reaksi yang tak diinginkan kembali ke rumah,” katanya.

BACA JUGA: Ribuan Orang Jepang Berkabung, Kucing Ini pun Dikubur Pakai Upacara Shinto

Saat ditanya apakah negara yang meminta Indonesia mengirim pasukan untuk memerangi ISIS itu AS, Marty memberi jawaban sembari bercanda.  “Siapa yang menjadi pendukung utama pengumpulan itu? Itulah negaranya,” kilahnya.

AS memang memimpin koalisi pasukan di luar negeri dari berbagai negara termasuk negara-negara muslim di Timur Tengah. Hanya saja, AS meski menyatakan ISIS harus dihentikan tetap tak mau dianggap telah melakukan tentang invasi lain oleh negeri barat ke Irak.

BACA JUGA: Nyanyikan Lagu Jangan Pegang Saya Dibumbui Goyang Sensual, Wanita Mesir Ini Dipenjara Satu Tahun

Marty menambahkan, Indonesia tak mau melakukan pencitraan dengan ikut memerangi ISIS di Irak. Sebab, sejujurnya Indonesia telah melakukan langkah yang lebih berarti daripada mengirimkan pasukan untuk bergabung dalam koalisi pimpinan AS guna memerangi ISIS.

“Kita bisa melakukan hal lebih dengan mengatasi situasi internal daripada melakukan helar pasukan yang hanya untuk kosmetik,” katanya.(theage/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selfie di Depan Kabah Diperdebatkan, Dianggap Ganggu Jamaah Lain


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler