Asa Arema di Pundak Irfan

Minggu, 26 Agustus 2012 – 09:52 WIB
Irfan Bachdim. Foto: Dok.JPNN
MALANG - Wajah Arema IPL bakal mengalami sedikit perubahan di babak perempat final Piala AFC. Masuknya Irfan Bachdim yang dipinjam dari Persema, diyakni bakal memberi warna bagi permainan tim yang ber-homebase di Gajayana itu. Pelatih Arema IPL, Dejan Antonic pun tidak sabar untuk melihat "ledakan" pemain barunya itu.    

Dalam berbagai kesempatan Dejan memberi pujian kepada sosok Irfan. Pujian bukan hanya datang ketika Arema IPL berhasil mendatangkan Irfan. Sebelumnya, ketika bertemu di ajang derby Malang, Dejan juga mengaku kagum pada pemain blasteran Indonesia-Belanda itu.

Memang, Irfan tidak mencetak satu gol pun dalam perjumpaannya dengan Arema IPL. Irfan hanya tampil pada derby jilid pertama, ketika Persema berstatus sebagai tuan rumah, 26 Maret itu. Kala itu, Persema menang tipis 1-0 lewat gol Kim Jeffrey Kurniawan.

Sementara pada derby jilid kedua, ketika Persema kalah 0-4 dari Arema IPL, Irfan tidak bermain karena membela timnas. Tapi itu, tidak mengurangi penilaian Dejan terhadap mantan pemain FC Utrecht itu. "Dia adalah pemain yang punya experience. Saya senang," ujar Dejan.

Pelatih berkebangsaan Serbia itu mengatakan, sekalipun masih berusia 24 tahun, Irfan adalah pemain yang berpengalaman. Terlebih, Irfan punya jam terbang lumayan di tingkat internasional. Irfan adalah bagian penting dari timnas senior sejak AFF 2010 melambungkan namanya.  

Pemain dengan pengalaman internasional itu yang dibutuhkan Arema IPL untuk menghadapi Piala AFC.

Sebelum memulai kiprah Piala AFC, Dejan sempat mengeluhkan pengalaman internasional pemainnya. Sebab, Arema IPL bermaterikan banyak pemain muda yang minim pengalaman. Karena itulah, Dejan yakin Irfan bisa berkontribusi pada tim. Sekalipun, Irfan tetap harus bekerja keras untuk bisa menembus starting eleven Arema IPL.

Dejan pun berharap Irfan bisa beradaptasi dengan cepat di tim. "Kita bukan Persema," ujar dia. Dari pola permainan, jelas ada perbedaan antara strategi yang diusung Slave Radovski (pelatih Persema) maupun Dejan.

Selain itu, jika di Persema, Irfan bisa dibilang sebagai ikon dan bintang utama, maka dia harus bisa meredam egonya ketika berada di Arema IPL. Sebab, Dejan bukanlah tipikal pelatih yang menganakemaskan pemain. "Tidak ada superstar di tim," tegas dia. (muf/abm/jpnn/ko)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Timnas Juga Segera Mendua

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler