Asmara Mbah Gambreng dan Ardi, Pernikahan Nenek dengan Anak Angkat yang Kini Mendunia

Minggu, 14 Juni 2020 – 15:51 WIB
Pasangan beda usia Ardi Waras dengan Sutiyem alias Mbah Gambreng saat melangsungkan pesta pernikahan, Jumat (5/6). Foto: Facebook/dyalova

jpnn.com - Pasangan suami istri asal Sumatera Selatan (Sumsel) Ardi Waras dan Sutiyem alias Mbah Gambreng kini mendunia. Berbagai media mancanegara mewartakan pernikahan pemuda dengan nenek berusia 65 tahun itu.

Mbah Gambreng semula mengadopsi Ardi sebagai anaknya pada tahun lalu. Usia Ardi saat ini baru mendekati 25 tahun.

BACA JUGA: Menikah Beda Usia, Natasha Rizki Cuek Sering Kena Nyinyir

Keduanya tinggal di Dusun II Blok E, Desa Bumi Arjo, Kecamatan Lempuing, Ogan Komering Ilir (OKI). Ternyata benih-benih asmara muncul di antara Mbah Gambreng dan Ardi.

Mbah Gambreng adalah sosok sederhana yang dikenal sebagai juru kunci makam. “Yang mengejutkan saya, dia mengatakan ingin menikahiku,” ujarnya.

BACA JUGA: Ssttt... Jangan Sampai Hamil Dahulu, Coba Cek di Sini

Selama ini Mbah Gambreng dikenal sebagai tokoh di desanya. Selain menjadi juru kunci makam, Mbah Gambreng juga memimpin paguyuban kesenian kuda lumping.

Foto-foto pernikahan Ardi Waras dan Mbah Gambreng pun viral. Media-media luar negeri turut memberitakannya.

BACA JUGA: Mantan Bos F1 Memacari Mahasiswi Cantik, Beda Usia 49 Tahun

Media Inggris Daily Star mengangkat kisah Mbah Gambreng dan Ardi melalui berita berjudul Grandmother, 65, marries adopted son, 24, in bizarre ceremony. Adapun Daily Mirror mewartakan asmara anak adam itu dengan berita bertitel Grandmother marries her adopted son, 24, despite their 41 year age gap.

Media di Afrika pun megangkat kisah itu. The Guardian terbitan Nigeria memberitakan kisah Mbah Gambreng dan Ardi melalui berita berjudul 65-Year-Old Grandmother Marries Her 24-Year-Old Adopted Son lengkap dengan fotonya.

Menurut Kepala Desa Bumi Arjo Joko Wahyudi, semula dirinya tidak tahu soal pernikahan Ardi dengan Mbah Gamnbreng. Sebab, Joko baru mengetahinya setelah foto-foto pernikahan Mbah Gambreng dengan Wardi menyebar.

“Saya sempat kaget dan menyuruh perangkat desa mendatangi  rumah mbah Gambreng rupanya benar sudah menikah, ” ujar Joko seperti diberitakan laman sumeks.co.

Joko menambahkan, anak angkat Mbah Gambreng bukan hanya Ardi. “Kalau anak angkat Mbah itu banyak, tetapi tidak ada yang tinggal bersama,” tuturnya.

Memang selama ini Mbah Gambreng dikenal seebagai pribadi yang menyenangkan. Menurut Joko, dirinya sudah bertanya ke Ardi tentang alasan pemuda desanya itu menikahi Mbah Gambreng.

“Mbah itu baik selama ini jadi dia (Ardi, red) ingin merawatnya, apalagi selama ini hanya tinggal sendiri  di rumahnya di dekat makam, ” kata Joko.

Ardi menikahi Mbah Gambreng dengan mahar uang Rp 100 ribu. Selanjutnya, pernikahan itu dimeriahkan pesta yang dihadiri teman-teman mempelai.

Namun, Kantor Urusan Agama (KUA) Lempuing menyebut pernikahan itu tidak dicatatkan ke negara. Gampangnya, Ardi dan Mbah Gambreng menikah secara siri.

Lebih lanjut Joko mengatakan, pernikahan itu sebenarnya hal wajar. Walakin, perbedaan usia antara Mbah Gambreng dengan Ardi memang jadi sorotan.

“Semoga pernikahan Mbah ini langgeng dan bahagia,” katanyanya.(sumeks/star/ara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler