jpnn.com, GARUT - Aparatur sipil negara (ASN) setiap instansi lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilarang menggelar buka puasa bersama di restoran saat Ramadan.
Jika hal itu dilanggar, maka akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku. "Jangan di restoran, kalau di restoran saya tindaklah,” kata Bupati Garut Rudy Gunawan di Garut, Senin (4/4).
BACA JUGA: Hamdalah, TPP ASN Mulai Dibayarkan, Tetapi BertahapÂ
“Saya sudah katakan tadi, kalau masyarakat biasa silakan saja, tetapi untuk ASN tidak boleh, dinas-dinas (tidak boleh) buka bersama di restoran,” tambah Rudy Gunawan.
Saat ini, kata dia, Kabupaten Garut masih pandemi Covid-19. Menurutnya, kondisi masyarakat masih membutuhkan perhatian untuk menumbuhkan perekonomian setelah dua tahun digempur wabah Covid-19.
BACA JUGA: Sekjen Kemendagri Ingatkan Pentingnya ASN Berakhlak
Rudy khawatir kegiatan buka puasa bersama yang digelar kalangan ASN kesannya seperti berfoya-foya. Oleh karena itu, kata dia, hal itu perlu dicegah dengan larangan buka bersama di restoran.
"Kalau mengadakan kegiatan hanya untuk foya-foya saya tindak, dengan kabidnya dengan kasi (kepala seksi)-nya saya tindak," katanya.
BACA JUGA: Anies Ubah Jam Kerja ASN Selama Ramadan, Lebih Singkat
Rudy menyarankan ASN di lingkungan Pemkab Garut yang ingin buka puasa bersama sebaiknya dilaksanakan di kampung-kampung yang daerahnya kesulitan dan membutuhkan upaya untuk mendongkrak perekonomiannya.
Selain itu, kata dia, melaksanakan buka puasa bersama dengan melibatkan anak yatim. Misalnya, suatu dinas menggelar acara dengan membawa anak yatim ke restoran.
"Kalau mau buka bersama dengan anak yatim, kalau bawa anak yatim boleh, sekali-kali ajak, kalau misalkan ini ada dinas mana yang mau buka bersama dengan anak yatim di Kentucky (KFC) di mana boleh," katanya. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi