Aspac Terus Tempel SM

Bekuk Garuda, Pertama 3-0 di Antara Tim Lima Besar

Senin, 12 Maret 2012 – 11:51 WIB
SURABAYA -  Dell Aspac Jakarta mengukuhkan posisinya di peringkat kedua klasemen sementara Flexi NBL Indonesia. Itu setelah mereka memenangi duel tim peringkat kedua dan ketiga melawan Garuda Speedy Bandung di DBL Arena Minggu (11/3). Aspac menang 57-37.

Garuda, yang selama ini dikenal sebagai tim bertahan paling baik, "disiksa" oleh defense Aspac. Sering kali Garuda memaksa lawannya untuk membukukan poin di bawah 40. Kemarin, giliran Garuda yang dipaksa mengalami nasib serupa oleh Aspac. Hanya memasukkan 37 poin adalah salah satu produktivitas paling rendah musim ini.

Dengan kemenangan itu, rekor pertemuan Aspac dengan Garuda menjadi 3-0. Itu menjadikan Aspac sebagai tim pertama yang membukukan rekor head to head absolut melawan sesama tim lima besar.

Satria Muda (SM) Britama Jakarta, kemarin juga menyempurnakan rekor pertemuan dengan Stadium Jakarta menjadi 3-0. Itu setelah SM menang 73-63. Namun, dibandingkan dengan Garuda, kekuatan Stadium bisa disebut satu level di bawah.

Kemenangan SM dan Aspac kemarin memberikan sinyal bahwa persaingan juara musim reguler bisa menjadi two horse race antara kedua tim. Sebelum keduanya bertemu kali ketiga di Jakarta pada seri keenam nanti, mereka tidak boleh tergelincir sekali pun.

"Kami bermain cepat. Anak-anak juga tahu bagaimana caranya menembus pertahanan Garuda," kata Tjetjep Firmansyah, pelatih Aspac.
Kuncinya kerja keras, jika mau, hasilnya pun akan baik," tegasnya.

Xaverius Prawiro, yang baru pulih dari cedera, menjadi kunci kemenangan Aspac. Dia membukukan 15 poin dan enam rebound. Catatan itu hanya kalah dari rekan setimnya, Pringgo Regowo, yang mencetak 15 poin dan delapan rebound.

Jika Aspac menang cukup mudah atas Garuda, tidak demikian halnya dengan SM. Mereka sempat tertinggal jauh sebelum akhirnya mengejar dan membalikkan keadaan pada kuarter keempat.

Saat kuarter ketiga pertandingan baru dimulai, tembakan tiga angka Merio Ferdiansyah membawa Stadium unggul 12 poin (46-34). Namun, itulah kali terakhir Stadium menambah keunggulan. Setelah itu, SM terus mendesak dan akhirnya mengambil kendali pada akhir kuarter ketiga.

SM kali pertama unggul saat kuarter ketiga tersisa 3 menit 44 detik. Saat tembakan tiga angka faisal J. Acmad membuat kedudukan 51-50. "Setelah itu, tidak sekali pun SM terkejar. Pada kuarter keempat, SM sempat beberapa menit membuat Stadium scoreless.

"Kami jauh lebih baik di kuarter ketiga dan keempat. Sistem help and support ketika bertahan ataupun menyerang mampu dijalankan dengan baik. Saya kira itulah kunci kemenangan kemarin," ucap Octaviarro Romley Tamtelahitu, pelatih SM.
 
CLS Mencari Pelipur Lara
Sementara itu, setelah kalah menyakitkan dengan selisih satu poin dari SM Sabtu lalu (10/3), hari ini CLS Knights Good Day akan kembali berlaga. Lawan mereka adalah tim juru kunci NSH GMC Riau.

Melawan NSH, sulit membayangkan CLS akan kesulitan merebut kemenangan. "Namun, poin terpenting dalam pertandingan ini adalah bagaimana CLS bisa melakukan rotasi dengan baik. Itu sangat dibutuhkan agar mereka bisa konsisten saat menghadapi tim kuat. Sebagai catatan, selain menghadapi SM, CLS masih akan melawan Aspac, Pelita Jaya, dan Garuda, di seri kelima ini. (ovi/dra/ang)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Allegri Anggap Kritik Ibra Masih Normal

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler