Aspadin Menunjuk Kembali Rachmat Hidayat Sebagai Ketua Umum Periode 2022-2025

Jumat, 11 November 2022 – 16:44 WIB
Aspadin menunjuk kembali Rachmat Hidayat sebagai Ketua Umum. Foto: Dok Aspadin

jpnn.com, JAKARTA - Perkumpulan Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) resmi menunjuk ketua umum baru periode 2022-2025.

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke X yang diselenggarakan 8 hingga 10 November 2022 di Holiday Inn Jakarta, Kemayoran, Aspadin menunjuk kembali Rachmat Hidayat sebagai Ketua Umum.

BACA JUGA: Serangan Negatif Terhadap Galon Polikarbonat Berlanjut, Aspadin dan Redaxi Bilang Begini

Rachmat yang merupakan Ketua ASPADIN periode 2018 - 2021 + 2022, terpilih kembali secara aklamasi melalui formatur.

Munas ke X ini dihadiri lebih dari 297 peserta dari 14 Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang mencakup 20 Provinsi dari Aceh hingga Papua Barat.

BACA JUGA: Lihat Baik-Baik, Inilah Tampang Para Pelaku Pembunuhan Sadis di OKI

Selain pemilihan ketua baru, Munas yang dibuka oleh Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Ir. Ignatius Warsito MBA ini juga mendengarkan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya.

Laporan pertanggungjawaban diterima penuh oleh seluruh anggota tanpa sanggahan. Rachmat Hidayat dianggap mampu mengelola Aspadin menjadi organisasi yang solid dan mampu menyuarakan kepetingan anggota untuk kepentingan pertumbuhan industri.

BACA JUGA: Guru Bejat Ini Cabuli Siswinya, Modusnya Perbaikan Nilai, Sudah 6 Kali

Dalam sambutannya, Rachmat mengatakan industri AMDK merupakan industri yang terus bertumbuh dan menyerap lebih dari 40.000 tenaga kerja langsung dan ratusan ribu dengan multiplier effectnya.

“Visi dan misi kami adalah terus mendukung pemerintah mewujudkan kesehatan masyarakat Indonesia melalui produk kami yang berkualitas. Dengan visi misi inilah kita berkumpul bersama dalam perahu besar ini” ujar Rachmat.

Air Minum Dalam Kemasan yang merupakan bagian dari industri pengolahan, khususnya industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu industri utama penunjang Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar.

Tahun 2022 ini industri mamin menyumbang 6,23 persen pada PDB. Industri mamin juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,57 persen pada kuartal ketiga 2022.

“Kalau dihitung dari multiplier effect, kami menciptakan industri transportasi, industri distribusi, industri supplier bahan baku maupun permesinan dan sebagainya. Jadi kami cukup berbesar hati bisa membantu pemerintah dalam membangun ekonomi,” tambahnya.

Ignatius Warsito yang mewakili Menteri Perindustrian mengatakan pemerintah sangat mengapresiasi dan selalu mendukung apa yang akan dilakukan oleh para pelaku usaha.

Aspadin sebagai organisasi produsen AMDK, diharapkan bisa membantu anggota dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada di depan mata.

Salah satunya adalah resesi yang perlu diantisipasi. Untuk itu diperlukan strategi jangka pendek 2023 - 2024. Melalui Munas ini akan diletakkan dasar-dasar yang bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pelaku usaha

Munas kali ini juga menyelenggarakan pameran yang dibuka oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad dan dilanjutkan dengan Seminar yang mengangkat tema “Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, Peluang dan Tantangannya dan Pengaturan Industri AMDK dalam Pemulihan Ekonomi Nasional”

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman mengatakan bahwa industri AMDK memiliki peluang pertumbuhan pangsa pasar yang cukup besar mengingat peningkatan jumlah penduduk serta adanya peningkatan Kesadaran Masyarakat Atas kesehatan dan pentingnya gaya hidup sehat dengan mengonsumsi air mineral.

AMDK juga telah memiliki standar mutu dan keamanan pangan. Kemudahan Distribusi Produk dan pembangunan infrastruktur menyebabkan distribusi ke seluruh pelosok Jawa menjadi lebih murah dan cepat.

Namun demikian industri ini juga memiliki tantangan yang sangat tidak kecil mengingat belakangan ini terjadi upaya pendiskreditan GGU (Galon Guna Ulang) dengan menghembuskan isu BPA dalam PC (Polycarbonate) yang merupakan bahan penolong dalam proses pembuatan GGU. Pelabelan BPA Free yang ditujukan kepada AMDK juga berpotensi menimbulkan image negatif terhadap AMDK. Selain itu pengalihan GGU dengan galon sekali pakai dapat berdampak terhadap investasi dan lingkungan.

Direktorat Pengurangan Sampah Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya yang diwakili oleh Asep Setiawan. Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya menyampaikan laporan kemajuan produsen yang telah menyampaikan dokumen perencanaan pengurangan sampah sebagai implementasi dari Permen KLHK Nomor 75/2019 tentang tanggung jawab peta jalan pengurangan sampah oleh produsen.

Sejauh ini telah ada 40 produsen yang telah menyampaikan dokumen perencanaan pengurangan sampah. Pemerintah juga akan memberikan insentif bagi produsen yang telah menyampaikan dokumen perencanaan.

Aspadin berdiri pada 16 November 1991 (31 tahun), didirikan oleh 36 perusahaan hingga saat ini anggotanya sudah 300 perusahaan. Organisasi Aspadin terdiri dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan 14 Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang mencakup 20 Provinsi yaitu DPD Jawa Timur, DPD Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Tengah, DPD Jawa Barat , DKI dan Banten, DPD Sumatera Barat, DPD Riau, DPD Kepulauan Riau, DPD Sulawesi Selatan, DPD Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam, DPD Kalimantan Selatan, DPD Bali dan Nusa Tenggara, DPD Bangka Belitung, DPD Sulawesi Utara, DPD Kalimantan Barat dan DPD Papua Barat.(dkk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler