Asrama NTT Kosong Usai Kejadian di Hugo's Cafe

Senin, 25 Maret 2013 – 05:21 WIB
Asrama mahsiswa NTT di Jogjakarta. Foto/JPNN
JOGJA - Selasa pagi (19/3) sekitar pukul 07.00, asrama mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kota Jogja yang terletak di Jalan Tegalpanggung, ternyata sudah tak berpenghuni. Pengosongan itu, terjadi dalam kurun waktu tak sampai enam jam dari inseden pembunuhan anggota Denintel Kodam Diponegoro Heru Santoso, 31, di Hugos Cafe.
      
Suasana sepi itu masih terlihat Minggu (24/3) siang. Dari pengamatan Radar Jogja, asrama yang bersebelahan dengan Asrama Mahasiswa Trunojoyo Madura itu tertutup rapat. Tak ada satu pun penghuni yang ada di asrama itu.
      
Kaca-kaca jendela di asrama tersebut pun tertutup rapat korden. Lampu penerangan di teras depan asrama itu juga dimatikan. Tapi, cahaya dari dalam ruangan asrama mati. Sehingga, dari luar hanya terlihat gelap.
      
Bahkan, papan nama yang biasanya terpampang juga sudah tak terlihat lagi. Sepeda motor yang biasa parkir di halaman juga tampak kosong. Suasana yang terekam dari rumah itu, kosong belum lama. Karena, tak terlihat debu tebal dan rerumputan yang sudah meninggi.
      
"Asrama sudah kosong sudah enam hari yang lalu," kata Ketua RT 53 Tegal Panggung, Danurjan, Kota Jogja, Budiono, Minggu (24/3).
      
Budiono menjelaskan, usai peristiwa yang terjadi di Hugos Cafe, di asrama itu pagi harinya sudah tak lagi nampak penghuninya. Beberapa warga sempat melihat beberapa mahasiswa yang pergi sekitar pukul 07.00 pagi. Tapi, sejak saat itu, mereka seperti tak kembali lagi.
      
Salah seorang warga yang bersebelahan dengan asrama itu, Sudarsono, 51, mengaku, usai terjadi pembunuhan yang terjadi di Hugos Cafe itu, sekitar pukul 10.00 beberapa orang berpakaian sipil nampak mendatangi asrama itu. Mereka masuk ke dalam dengan memanjat dinding asrama.
      
"Sepertinya melakukan penggeledahan atau mencari sesuatu di asrama itu. Saya tidak sempat menanyakan, mereka sudah tidak ada lagi," jelas Sudarsono yang juga menjual bakso yang berdekatan dengan asrama itu."
      
Atas apa yang terjadi di asrama itu, Budiono kembali memastikan, kalau di wilayahnya aman. Tidak ada peristiwa kekerasan yang melibatkan penghuni asrama itu. Mahasiswa NTT itu pun cukup dekat dengan masyarakat sekitar.
      
"Sejak dibangun asrama, sampai sekarang belum ada keributan. Semua penghuninya baik-baik dengan warga. Bahkan, beberapa warga sering meminjam sepeda motor dari anak-anak mahasiswa," imbuhnya.
      
Berdasarkan laporan ke RT, mahasiswa yang menempati asrama itu berjumlah sekitar 20 mahasiswa. Dari seluruh penghuni itu, Budiono tak tahu kalau salah satunya merupakan korban dari penembakan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Mlati, Sleman, Sabtu (23/3) dinihari. Atau pelaku pembunuhan di Hugos Cafe.
      
"Saya malah tidak tahu. Dari Polsek (Danurejan, red) dan Koramil juga belum pernah menjelaskan itu. Padahal, kami sering berkoordinasi," terangnya.
      
Budiono pun berani menyimpulkan kalau kondisi keamanan pascatragedi berdarah di LP Cebongan tak berdampak di wilayahnya. Sampai saat ini, keamanan di perkampuangan tengah Kota Jogja itu masih kondusif.
      
"Saya pikir tidak akan terjadi apa-apa di sini. Apalagi, di sini perkampungan padat penduduk dan tidak hanya Asrama Mahasiswa NTT saja. Ada asrama mahasiswa yang lain," katanya. (eri)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perda Zonasi Pesisir Mendesak

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler