Astaga, Tangan Nyaris Putus Ditebas Begal

Senin, 26 September 2016 – 10:55 WIB
Ilustrasi. Foto: pixabay

jpnn.com - BANDARLAMPUNG – Warta (38), warga Dusun Sinarmulya, Kecamatan Waysulan, Lampung Selatan, tidak hanya kehilangan sepeda motornya. Ia juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Tangan kanannya luka parah akibat diserang kawanan begal yang merampas kendaraannya sekitar pukul 04.00 WIB Minggu (25/9). Saat ini, Warta menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM).

BACA JUGA: Kubu Jessica Hadirkan Ahli Terakhir di Persidangan

Sebelum kejadian, Warta yang mengendarai motor Yamaha Jupiter berboncengan dengan Carsi (65), ibu kandungnya, hendak menuju Baturaja. Mereka berangkat sekitar pukul 02.00 WIB.

’’Rencananya kami mau ke kebun kopi di Baturaja,” kata Warta ditemui di ruang Gelatik RSUDAM seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini (26/9). 

BACA JUGA: Tim Gabungan Temukan Ladang Ganja di Pasbar

Ketika melintas di Gunungsugih, Lampung Tengah, ada dua motor yang dikendarai empat orang menghadang kendaraannya. Salah seorang di antaranya mendorong Carsi dan merampas tas yang dibawanya. 

’’Satu pakai motor besar dan satu lagi biasa. Saya kira tadinya polisi. Lalu ada yang mencabut golok dan mau membacok saya,” ujarnya. 

BACA JUGA: Tak Tahu Diuntung, Nyewa Mobil Malah Digadaikan

Serangan pelaku mengarah ke kepala Warta. Beruntung, lelaki itu mengenakan helm. Namun ketika pelaku kembali menyerang, ia berusaha menangkis. Ini menyebabkan tangan kanannya nyaris putus. 

’’Waktu itu saya tidak bisa berpikir lagi. Saya lebih memikirkan keselamatan. Setelah diserang, kami berusaha lari,” kata Warta. 

Pada bagian lain, Carsi berteriak meminta pertolongan. Saat itu pelaku kabur membawa motor milik mereka berikut tas berisi ponsel, uang Rp350 ribu dan dua bilah arit. 

”Tadinya saya tidak tahu kalau dirampok. Sampai Warta menarik saya untuk lari. Saya kira, orang itu memukul kepala anak saya dengan balok. Tidak tahunya golok,” sebut wanita bertubuh kurus itu. 

Menurut Carsi, motor yang dirampas pelaku dibeli dengan cara kredit dan pembayaran selama 35 bulan. Mereka baru mencicil selama 17 bulan. 

Mereka akhirnya ditolong oleh satpam sebuah SPBU yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Warta kemudian dibawa ke Rumah Sakit Demang Sepulau Raya. Lantaran kondisinya cukup parah, ia dirujuk ke RSUDAM. 

Carsi juga berharap pelaku bisa segera tertangkap. ”Syukur kalau motor bisa kembali. Kejadian ini membuat saya kapok jalan malam hari,” ungkapnya. (cw15/c1/ais/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berkali-kali Diperkosa, Tak Tahu Siapa Pelakunya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler