Astagaaaa, Bidan Desa yang Hamil Ditendang Pak Polisi

Kamis, 22 September 2016 – 15:47 WIB
Demo bidan PTT Pusat di depan KemenpanRB. Foto dok JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Demo bidan desa hari ketiga yang dilakukan di depan Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) berakhir tragis.

Sejumlah bidan desa PTT (Pusat) yang sudah diliputi emosi berusaha masuk ke kantor KemenPAN-RB. Mereka ingin bertemu MenPAN-RB Asman Abnur.

BACA JUGA: Giliran Kantor KemenPAN-RB Digeruduk Bidan Desa PTT

"Kami ingin masuk, kami mau bertemu Pak MenPAN-RB. Kami mau tanya kenapa pengumuman CPNS bidan desa PTT ditunda terus. Kapan hasil seleksinya diumumkan?," seru bidan desa PTT yang berhadap-hadapan dengan polisi di gerbang Kantor KemenPAN-RB, Kamis (23/9).

Merasa dihalang-halangi, puluhan bidan desa di baris depan berusaha maju. Namun, upaya mereka gagal karena polisi langsung ambil tindakan. Ironisnya, ada‎ bidan desa yang kena pukulan polisi hingga pingsan.

BACA JUGA: Jagoan PAN di DKI Bukan Politikus, Tidak juga Pengusaha

Hal ini membuat emosi bidan desa meledak. Mereka makin nekat melawan aparat. Lagi-lagi jatuh korban, seorang bidan desa yang tengah hamil kena tendangan polisi dan mengalami pendarahan.

Kondisi yang tidak mengenakkan ini membuat Ketum Forum Bidan Desa‎ (Forbides) PTT (Pusat) Indonesia Lilik Dian Ekasari marah. Dia menuding tindakan aparat terlalu berlebihan.

BACA JUGA: Waketum Gerindra: Sudah Sangat Benar Keputusan Bu Mega

"Kenapa polisi tega menganiaya kami para bidan. Kalian bukan melindungi perempuan malah menganiaya kami. Di mana hati kalian," teriaknya sambil menangis.

Situasi berhasil dikendalikan setelah pihak KemenPAN-RB memberikan kesempatan kepada para pengurus untuk dialog dengan MenPAN-RB. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tabung Gas Melon Meledak, Duarr... Enam Penghuni Rumah Terbakar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler