Astuti Gugat Cerai Lantaran Rahman Sering Main Tangan

Sabtu, 13 Juni 2015 – 07:45 WIB
Rahman sedang menjalani perawatan di RS BP Batam, Jumat (12/6). Foto : Batam Pos / JPNN

jpnn.com - BENGKONG - Siti Astuti korban pembantaian suaminya, Rahman hingga sekarat, Kamis (11/6) lalu di ruangan tunggu pengadilan agama (PA) Sekupang, kini masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit Awal Bros Batam. Ibu empat anak itu sudah menjalani operasi namun masih koma karena luka tikaman sangkur.

Sementara Jenazah Umi Khoriah kakak Astuti yang tewas akibat diserang secara brutal oleh Rahman di lokasi yang sama masih di kamar jenazah RSOB Sekupang untuk ditindak lanjuti oleh kepolisian. 

BACA JUGA: Kecanduan Bercinta 3 Orang Sekaligus Karena Diajari Istri

Begitu juga Rahman sendiri masih dirawat di RSOB dan masih koma akibat aksi bunuh dirinya usai membantai Umi dan Astuti.

Seperti dikutip dari Batam Pos (Grup JPNN), Astuti dan Rahman yang sudah memiliki empat orang anak selama ini merupakan TKI di Malaysia. Mereka memiliki sebuah rumah di kawasan Bengkong Kolam nomor 01 RT02/RW03. Rumah itu dikontrakan kepada keluarga Bayu sejak dua bulan belakangan ini.

BACA JUGA: Ritual Pengulapan Agar Roh ANG Tidak Gentayangan

Rumah bercat hijau itu ada penghuni tapi tampak sepi saat didatangi kemarin. Bayu penghuni rumah yang menemui wartawan mengaku tak begitu tahu banyak mengenai persoalan Astuti dan Rahman. "Ini memang rumah ibu Astuti dan Rahman, kami baru kontrak dua bulan. Mereka kerjanya di Malaysia," kata Bayu.

Namun sebelum kejadian berdarah itu, Astuti sudah duluan mendatangi rumah yang ditempati bayu. Kepada Bayu Astuti meminta Bayu agar menyediakan kamar buat Rahman yang juga akan datang. 

BACA JUGA: Gubernur Ini Jamin Kuliner di Daerahnya Bebas Kolesterol

"Itu beberapa hari sebelum kejadian itu. Setelah meminta saya sediakan kamar, ibu As (panggilan akrab Astuti) pergi nginap di rumah saudaranya (Ummi Khoriah) di bengkong, tapi saya tak tahu alamat pastinya," kata Bayu.

Malam sebelum kejadian benar saja, Rahman datang dan menginap di rumah itu. Malam itu cerita Bayu, Rahman memang tampak gusar. Dia sempat menanyakan keberadaan Astuti, namun Bayu mengaku tak tahu. "Malam itu dia sempat keluar juga," kata Bayu.

Rahman bahkan sempat curhat jika, dia tak ingin cerai dengan Astuti. Astuti sendiri mengaku ingin menceraikan Rahman karena Rahman sering kasar dan ringan tangan kepadanya. "Bu As gugat cerai katanya sering dipukul, sementara Rahman tak mau diceraikan," tutur Bayu.

Pagi sebelum kejadian, Rahman memang berangkat dari rumah tersebut menggunakan ojek. Rahman membawa sebuah tas ransel, namun Bayu mengaku tak tahu apa isi dalam ransel Rahman itu. "Siangnya malah dengar kabar (penikaman dan pembunuhan) itu," kata Bayu.

Mengenai gugatan cerai Astuti itu, setahu Bayu sudah memasuki panggilan kedua di saat hari kejadian. "Mereka ke sana (PA) itu untuk panggilan kedua katanya," ungkap Bayu.

Raula ketua RT02 di lokasi rumah milik Astuti itu membenarkan jika Astuti pernah mendatanginya untuk mengurus surat domisili. "Sebulan yang lalu dia (Astuti) ke sini ngurus surat domisili. Alasannya untuk pengurusan surat cerai," tuturnya.

Astuti baru mengurus surat domisili di lokasi rumahnya karena selama ini dia tidak tinggal disana. (eja/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ayah ANG: Kok Bisa Ya, Anak Saya Ditanam tapi Margareith tak Tahu?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler