ATBI Harap Pengusaha Tambang Batuan Bisa Naik Level

Kamis, 26 Januari 2023 – 21:12 WIB
Asosiasi Tambang Batuan Indonesia (ATBI) berharap bisa membawa pelaku tambang batuan dan mineral bukan logam naik ke level dan menerapkan Good Mining Practices. Foto: Dok ATBI

jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Asosiasi Tambang Batuan Indonesia (ATBI) berharap bisa membawa para pelaku tambang batuan dan mineral bukan logam (MBLB) naik ke level dan menerapkan Good Mining Practices.

Ketua Umum ATBI Ir. Probo Yuniar Wahyudianto mengatakan pihaknya juga terus menjaga kesinambungan berusaha dengan terus memberikan pembinaan kepada anggotanya agar sesuai dengan Sustainable Development Goals.

BACA JUGA: Genjot Target Produksi, Hillcon Teken LOI Dengan 2 Tambang Nikel Baru

Hal itu diungkapkan dalam diskusi tantangan, solusi, dan harapan pada industri pertambangan mineral bukan logam dan batuan (bahan galian konstruksi dan industri) di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Kamis (26/1).

"ATBI juga siap melakukan pendampingan kepada para pelaku tambang MBLB yang belum berizin untuk bisa tertib terhadap peraturan perundangan yang berlaku di sektor minerba," ungkap Probo.

BACA JUGA: Begini Temuan Polisi soal Dugaan Tambang Ilegal di Pegunungan Meratus HST

Selain itu, menyikapi Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 Tahun 2022 mengenai pendelegasian pemberian perizinan berusaha di bidang pertambangan mineral dan batubara, ABTI menggelar diskusi dengan sejumlah pembicara yang merupakan stakeholder dunia pertambangan.

Adapun para pembicara yang hadir diantaranya stafsus ESDM Prof. DR. Ir. Irwandi Arif, Ketua umum Perhapi Ir. Rizal Kasli, Ketua komite SDA mineral tambang lembaga kajian nawacita Ir. Priyo Pribadi, asosiasi semen Indonesia, korwil ATBI provinsi, wakil konsorsium jalan khusus tambang Kab. Bogor.

BACA JUGA: Ismail Bolong Bongkar Konsorsium Tambang, Pakar Sebut Polisi Tinggal Cari Tersangka

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Umum ATBI Ir. Probo Yuniar Wahyudianto dan Sekretaris Jenderal ATBI Ahmad Bismillahi Normansyah, B.Sc

Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi (KSDK) dari Kementerian PUPR Nico Demus Daud mengatakan keluarnya perpres tersebut membuat pengusaha mendapatkan tiga hal yang selama ini diinginkan.

Pertama, kata dia, data semua pengusaha tambang, kedua terjaganya ekosistem lingkungan menambang bagi generasi selanjutnya.

"Ketiga meningkatkan literasi atau pengetahuan akan tambang bagi seluruh pengusaha tambang," ungkap Nicodemus Daud.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala dinas ESDM Provinsi Banten Deri Dariawan.

Menurutnya, tantangan terbesar dunia pertambangan batuan di daerah adalah bagaimana sinergi antarpengusaha dan kegiatan pertambangan bermanfaat bagi masyarakat disekitar lokasi tambang.

"Saya sepakat dengan arahan Presiden Joko Widodo di Sentul Bogor yang menyatakan bahwa bisnis pertambangan harus bisa menyelesaikan kemiskinan yang ekstrem serta memajukan dunia pertanian di daerah," ungkap Deri Dariawan.

Deri juga menambahkan bahwa berdasarkan analisis SWAT, sektor pertambangan memiliki potensi yang besar yang bisa menyejahterakan masyarakat disekitar lokasi pertambangan yang tersebar diberbagai wilayah di tanah air.

Adapun kekurangannya sebagai usaha ekstraktif, tambang tentu memiliki dampak terhadap lingkungan serta merupakan barang habis pakai yang tidak bisa diperbaharui. (mcr10/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler