Atikoh Ajak Santriwati Ponpes KHAS Stand Out Melawan Body Shaming & Bullying

Selasa, 30 Januari 2024 – 19:59 WIB
Istri capres Pilpres 2024 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Kyai Haji Aqiel Siroj (KHAS) di Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/1/2024). Foto: Tim Media Siti Atikoh

jpnn.com, CIREBON - Istri capres Pilpres 2024 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti, bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Kyai Haji Aqiel Siroj (KHAS) di Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/1/2024).

Tidak sekadar berkunjung, Mbak Atik -panggilan akrab Atikoh- juga menjadi pembicara kunci pada seminar bertema ‘Kesehatan Remaja Putri’ yang digelar di pesantren legendaris itu.

BACA JUGA: Atikoh Ganjar Disebut Cekatan dan Cerdas, Lalu Didoakan Menjadi Ibu Negara

Kehadiran Atikoh di Ponpes KHAS membuat kehebohan di kalangan santriwati. Banyak santriwati pengin bersalaman dan berfoto bareng dengan ibunda M. Zinedine Alam Ganjar itu.

Dengan telaten dan penuh senyum, Atikoh meladeni ajakan salaman dan berswafoto tersebut. Selanjutnya, cucu ulama pejuang dari Purbalingga, Kiai Hisyam Abdul Karim, itu dipandu menuju kediaman pengasuh Ponpes KHAS K.H. Muhammad Musthofa Aqiel Siroj.

BACA JUGA: Perempuan Atikoh dan Bakoh, Indonesia Pasti Kokoh

Saat menjadi pembicara seminar di Ponpes KHAS, Atikoh menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti buah-buahan dan sayur-mayur demi mencegah anemia atau kekurangan darah. Menurut dia, sepertiga remaja Indonesia terkena anemia.

“Kita (kalangan perempuan, red), kan, setiap bulan darahnya keluar, ya, itu juga salah satu penyebab. Misalnya, kalau tiba-tiba pusing, gejalanya seperti itu, lemas, gampang capek, mukanya agak pucat. Nah, kita harus mulai waspada, apakah kita terkena anemia atau tidak," kata Atikoh.

BACA JUGA: Hadiri Haul di Denanyar, Atikoh Menyekar Makam Kiai Abdul Aziz Masyhuri

Peraih gelar master ilmu kebijakan publik dari Universitas Tokyo itu menambahkan hal lain yang tak kalah penting ialah menjaga kesehatan mental. Mantan jurnalis itu mengatakan bersosialisasi merupakan salah satu cara menjaga mental tetap sehat.

"Pertemanannya juga pertemanan yang sehat, ya, saling mendukung,” ujar Atikoh. “Kalau teman itu tidak suka kita maju, kita menjadi manusia lebih baik, itu berarti pertemanan yang tidak sehat.”

Alumnus Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) itu juga mengingatkan para santriwati menghindari perundungan (bullying) maupun body shaming. Atikoh mengajak santriwati melawan pihak yang mengejek atas dasar bentuk tubuh atau penampilan.

Atikoh mengatakan perlawanan itu juga bisa dilakukan dengan ungkapan halus.

“Kita jangan diam saja, tetapi mengkritiknya dengan bahasa yang halus. Itu namanya kita berani stand out (trus menentang, red), karena kalau kita pasif, nanti akan diulangi lagi seperti itu,” katanya.

Menurut Atikoh, perlawanan itu juga tidak perlu dengan cara agresif. “Kalau kita agresif, melawannya dengan kata-kata yang negatif, nanti malah akan timbul perdebatan," kata Atikoh.(ast/jpnn.com)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menjelang Debat Terakhir Capres Pemilu 2024, Siti Atikoh: Mas Ganjar Semangat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler