ATM Disatukan, jika Ada Masalah Mengadu ke Siapa?

Rabu, 11 Maret 2015 – 16:48 WIB
Antri di ATM. Foto: dok.JPNN

JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin angkat bicara terkait rencana penyatuan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bank-bank BUMN.
 
Sebelum mewujudkan rencana tersebut, menurut Budi ada beberapa hal yang harus diperjelas, terutama terkait pelayanan untuk nasabah.

Jangan sampai nasabah merasa kebingungan bila saat melakukan transaksi di mesin ATM yang sama, lalu menemui suatu masalah.

BACA JUGA: Harga Spesial AirAsia Untuk Terbang ke Malaysia

‎"Harus dijaga dari sisi customer service-nya. Misalnya kalau sekarang nasabah di ATM Mandiri ada masalah, dia tahu mesti komplain kemana. Nanti kalau ini tidak jelas, ATM-nya punya siapa, nanti komplainnya kemana, jadi biar tidak bingung," ujar Budi di Jakarta, Rabu (11/3).

Bank Mandiri sendiri, kata Budi, sebenarnya sudah melakukan penggabungan dengan seluruh bank BUMN sejak tiga tahun lalu dengan mengandeng PT Telkom, sebagai penyedia satelit. Meski begitu, Budi mengaku siap mendukung kebijakan tersebut.

BACA JUGA: Ingin Pindah Kantor tapi Tak Mau Repot, Coba Fasilitas Ini

Ia juga mengingatkan agar kapasitas mesin ATM ditambah lagi, supaya masyarakat tidak mengantre panjang untuk mengambil uang di mesin ATM yang disatukan itu.

"Tentu kita mendukung, dari segi kapasitas diharapkan dapat lebih ditingkatkan lagi mengingat tingginya transaksi menggunakan ATM," tandasnya. (chi/jpnn)

BACA JUGA: DGS BI: Rupiah Melemah, Turis Malah Senang

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penjualan Sepeda Motor Kejar Omzet Rp 120 Triliun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler