Auri Jaya: UMKM Perlu Pendampingan Ilmu Marketing Modern

Kamis, 16 Juni 2022 – 16:09 WIB
Direktur JPNN.com dan Tokoh Pers Indonesia Auri Jaya. Foto: Tangkapan layar diskusi daring UMKM.

jpnn.com, JAKARTA - Di era digitalisasi sekarang ini sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) perlu pendampingan khusus untuk terus melangkah maju.

Direktur JPNN.com Auri Jaya mengatakan kehadiran UMKM merupakan penyelamat ekonomi bagi bangsa Indonesia yang harus dipertahankan.

BACA JUGA: Bila Dibuka Kembali, Masuk Tebet Eco Park Mesti Pakai Aplikasi

Namun, dibutuhkan strategi dan inovasi agar UMKM tidak hanya menjadi penyelamatan sementara tetapi usaha yang konsisten.

"UMKM perlu pendampingan, di mana orientasi kolonial sudah bergeser ke milineal, di era sekarang tidak bergantung kepada brand tetapi lebih kepada value," ujar Auri dalam diskusi daring bertema "strategi pengembangan inovasi UMKM sebagai respons dampak pandemi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Vokasi Universitas Indonesia, Kamis (16/6).

BACA JUGA: Ketekunan Ida Rosita Berbuah Manis, Ecoprint Girly Lestari Kini Makin Bersinar

Menurut Auri, dalam memasarkan produknya banyak UMKM yang telah  memanfaatkan peran media, baik media mainstream maupun sosial.

Auri yang juga sebagai tokoh pers Indonesia mengatakan UMKM sekarang ini sangat erat dengan inovasi digital dan konten untuk memasarkan produknya.

BACA JUGA: Tebet Eco Park Ditutup Sementara, Wagub DKI Ungkit Sejumlah Masalah, Aduh

"Nah seperti apa kontennya, saya kira bisa menjadi landasan bagi teman-teman dari vokasi UI yang ke depannya menjadi pendamping UMKM," ungkap Auri.

Misalnya, dari media tentu bagaimana membuat konten agar produk itu bisa diserap oleh masyarakat terutama dikalangan milenial.

"Jadi, saya selalu mengatakan bahwa media sekarang harus berubah tidak hanya sekadar menyajikan informasi atau promosi," tegas Auri.

Lebih lanjut, dalam seni marketing, UMKM perlu menekankan review dan rating karena pembeli di era sekarang lebih melihat review ketimbang brandnya.

"Ini penting buat UMKM untuk bersaing, dibutuhkan seni komunikasi karena konsumen akan berusaha mencari tahu ini dipakai siapa, berapa orang dan kegunaannya," ungkapnya.

Selain itu, nama brand pun sudah tergantikan oleh mesin pencari berbasis algoritma.

Hal itu menyebabkan milenial begitu mudah mengetahui pengalaman belanja sebelumnya.

Artinya, search rating review di berbagai platform digital telah menggeser asymmetric information ke symmetric information.

"UMKM harus diberi materi, melakukan pendampingan bagaimana melakukan marketing secara modern, ilmu marketing copywriting saya kira bagus untuk mendongkrak penjualan secara maksimal," ujar Auri. (mcr28/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Katalog Offline


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler