Australia Buka Gerbang Internasional, Bagaimana Wabah Covid-19 di Negeri Kanguru?

Selasa, 22 Februari 2022 – 01:59 WIB
Warga berjalan di tengah kota pada hari pertama karantina wilayah (lockdown) di Sydney, Australia, Sabtu (26/6/2021). Kota terbesar di Australia tersebut kembali menerapkan karantina wilayah selama dua pekan ke depan untuk membatasi pergerakan masyarakat akibat merebaknya virus COVID-19 varian Delta. Foto: ANTARA /REUTERS/Loren Elliott/wsj

jpnn.com - Australia membuka perbatasan internasionalnya untuk pertama kali setelah dua tahun ditutup akibat pandemi Covid-19.

Lebih dari 50 penerbangan internasional dijadwalkan masuk ke Autralia hari ini, 27 di antaranya mendarat di Sydney.

BACA JUGA: Australia Tutup Pembangkit Listrik Batu Bara Terbesarnya, Baterai 700 Megawatt Jadi Penggantiya

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan sektor pariwisata di negaranya sedang berusaha untuk bangkit kembali.

"Ini adalah hari yang sangat menyenangkan, hari yang telah kami nantikan sejak pertama kali kami menutup perbatasan negara pada awal masa pandemi," kata Morrison, dikutip dari Reuters, Senin (21/2).

BACA JUGA: Militer China Kembali Berulah, Australia Merasa Diintimidasi

Perlu diketahui, pariwisata adalah salah satu industri terbesar di negeri kangguru itu dengan nilai lebih dari USD 43 miliar.

Industri pariwisata juga memperkerjakan sekitar 5 persen tenaga kerja di Australia.

BACA JUGA: Siapkah Australia Menerapkan Sistem Kerja Empat Hari Seminggu?

Sayangnya, sektor pariwisata harus lumpuh setelah negara itu menutup perbatasannya sejak Maret 2020.

Menteri Pariwisata Australia Dan Tehan mengatakan negaranya berpesta untuk menyambut kedatangan turis internasional.

"Ada pesta di sini dengan pemutaran musik, dan senyum di wajah orang-orang," ujar Tehan kepada ABC News.

Saat ini, situasi pandemi Covid-19 di Australia sudah melewati puncaknya dengan jumlah keterisian rumah sakit yang makin menurun selama tiga minggu terakhir.

Total kasus Covid-19 di Australia sebanyak 2,7 juta sejak kemunculan varian Omicron, yaitu pada akhir November 2021.

Adapun total kasus kematian yang tercatat akibat Covid-19 sejak November lalu mencapai 4.929 kasus.

Lebih dari 17 ribu kasus baru dan 17 kematian tercatat pada Senin (21/2) siang, waktu setempat. (mcr9/jpnn)

 

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

Redaktur : Adil
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler