Tony Abbott menuding PM Malcolm Turnbull dan beberapa anggota kabinet seniornya telah ‘bersilat lidah’ dan saling menutupi kekhawatiran terkait munculnya laporan mengenai kebijakan imigrasi Australia. Poin inti: Peter Dutton mengatakan dia mendukung figur jumlah penerimaan migrasi saat ini tetapi kebijakan ini secara teratur telah didiskusikanSebuah laporan surat kabar mengatakan Peter Dutton mengusulkan pengurangan 20.000 tempat dalam penerimaan migrasi permanenPM Malcolm Turnbull membantah laporan itu dan mengatakan berita "salah"

BACA JUGA: Anak 10 Tahun Yakinkan Kota Cairns Berhenti Pakai Sedotan Plastik

Pekan ini harian The Australian melaporkan Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton telah mengusulkan untuk mengurangi penerimaan pendatang permanen di Australia dari 190.000 tempat menjadi hanya 20.000 tempat saja dalam sejumlah perbincangan dengan koleganya di kabinet.

Artikel ini mengatakan Perdana Menteri Malcolm Turnbull menolak rencana itu.

BACA JUGA: Baterai Tesla Mengubah Tatanan Energi Australia

Namun PM Turnbull langsung membantah berita itu.

“Artikel dan klaim di dalam artikel itu palsu. Titik. OK? Titik,” tegas PM Turnbull.

BACA JUGA: Pelaku Maritim Indonesia Belajar dari Tetua Aborijin

Menteri Peter Dutton sejak berita ini beredar telah membenarkan kalau dirinya memang melakukan perbincangan dengan koleganya di kabinet mengenai rencana pengurangan pada program migrasi Australia, dengan mengatakan pemerintah ‘siap’ memperdebatkan dampak dari skema ini terhadap harga-harga rumah dan kemacetan. Photo: Peter Dutton mengatakan program imigrasi secara reguler dibahas di tingkat tertinggi pemerintah. (ABC News: Marco Catalano)

"Apakah ada peningkatan atau penurunan, atau pertimbangan seputar bagaimana pengaturan itu seharusnya, itu adalah sesuatu yang selalu dipikirkan dari tahun ke tahun," katanya.

"Seperti yang Anda harapkan - dan seperti yang akan dilakukan setiap menteri imigrasi - saya telah mengumpulkan berbagai opsi berbeda seputar komposisi program migrasi itu."

Menteri Peter Dutton juga mengatakan dirinya tidak bersedia mengungkapkan percakapan di internal kabinet.

‘Saya tidak akan berkomentar atau membahas dan mengungkapkan siapa mengatakan apa dalam pertemuan-pertemuan dan apapun mengenai pertemuan itu,” katanya.

“Dalam hal sikap Perdana Menteri, sikap saya, tidak ada perbedaan antara kami mengenai isu-isu ini.”

Tetapi mantan PM Tony Abbott yang kini menjabat sebagai backbencher telah menuding Malcolm Turnbull dan Julie Bishop telah "bersilat lidah’.

"Saya tidak mengerti mengapa Menteri Luar Negeri dan Perdana Menteri begitu gugup untuk mengakui bahwa Pemerintah telah melakukan pembahasan mengenai rencana mengurangi imigrasi," kata Abbott kepada stasiun radio 2GB.

Anggota parlemen dari daerah pemilihan Warringah ini mengatakan dirinya mengetahui apa yang terjadi di pemerintahan meskipun tidak lagi menjadi anggota Kabinet sendiri.

"Mengapa Perdana Menteri sendiri dan para menteri senior lainnya merasa terganggung untuk menyangkal bahwa Peter Dutton telah  mengangkat masalah ini dan itu telah membuat saya terpukul," katanya.

"Satu-satunya hal yang dapat dilakukan Pemerintah Persemakmuran untuk menurunkan tekanan terhadap upah, tekanan atas harga perumahan dan membuka jalan-jalan di Australia - mengingat pembangunan infrastruktur membutuhkan waktu lama - adalah dengan mengurangi tingkat imigrasi.

"Jadi, Anda akan berpikir bahwa pemerintah yang bijaksana akan senang mendiskusikan tingkat imigrasi."

Tony Abbott mengatakan PM Malcolm Turnbull telah bersikap seperti "pengacara pintar" dan bantahannya bisa menyulitkan Pemerintah.

"Dia membuat pemerintah terlihat rumit, dan bukan itu yang seharusnya tampak oleh Pemerintah, terutama ketika tidak ada yang salah dengan berdiskusi tentang mengurangi jumlah daya tampung para pendatang."Segala opsi telah dibahas

Peter Dutton mempertahankan dia mendukung angka penerimaan pendatang permanen di Australia saat ini tetapi juga menegaskan kebijakan tersebut secara teratur dibahas di tingkat tertinggi Pemerintah. Photo: Tony Abbot menghendaki kebijakan imigrasi Australia dikembalikan seperti pada masa pemerintahan PM John Howard.
(ABC)

"Saya benar-benar telah melakukan ratusan percakapan dengan Perdana Menteri atau dengan Bendahara Negara tentang perpajakan, tentang kesejahteraan, tentang imigrasi, semuanya," kata Dutton.

"Kami telah menyelidiki setiap aspek yang berbeda, sebagaimana yang Anda harapkan dari kami."

Peter Dutton mengaku mengetahui sejumlah kekhawatiran di antara beberapa koleganya mengenai dampak dari kebijakan imigrasi yang dihadapi masyarakat.

"Tentu saja ada diskusi yang terjadi seputar bagaimana jumlah daya tampung yang seharusnya, manfaat tentang berbagai aspek dari migrasi ini," katanya.

"Jelas ada perdebatan tentang kemacetan dan tentang keterjangkauan perumahan dan Pemerintah ‘waspada dan memahami’ soal semua masalah itu."

Pada tahun 2012, Partai Buruh Australia telah meningkatkan daya tamping program migrasi permanen sebanyak 5.000 tempat, untuk mendorong para migran yang lebih terampil pindah ke Australia.

Peter Dutton telah menekankan angka penerimaan migrasi permanen sebesar 190.000  itu "bukan harga mati " dan pada tahun lalu kuota yang disediakan tidak terpenuhi seluruhnya.

"Saya kira jumlahnya akan kurang dari 190.000 tahun ini," katanya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Adelaide Perkenalkan Alat Uji Residu Narkoba di Rumah

Berita Terkait