Para peneliti dan pengawas lingkungan hidup di Australia menyatakan kekhawatiran mereka mengenai kemungkinan datangnya satu jenis ikan asal Papua Nugini, yang bisa bertahan hidup di darat selama beberapa hari.

Pasalnya, ikan air tawar tersebut bisa bergerak di darat dan berpindah-pindah tempat sehingga jika tidak dikendalikan akan menyebar dengan mudah ke daratan Australia.

BACA JUGA: Hewan Marsupial ini Pesta Seks 14 Jam Hingga Jantannya Mati

Ikan dari jenis Perca dan keluarga Percidae ini berasal dari Papua dan telah ditemukan di pulau-pulau di Selat Torres di utara Austalia. Di tempat itu, ikan-ikan ini telah mendominasi wilayah air tawar, mengalahkan jenis-jenis ikan lainnya.


Inilah jenis ikan air tawar yang dikhawatirkan kedatangannya ke daratan Australlia. (Foto: TropWater)

BACA JUGA: Kaji Resiko Cedera Gegar Otak, Pemain Rugby di Australia Ken

 

Selain bisa bertahan hidup tanpa air selama beberapa hari dengan menggunakan paru-paru untuk bernafas, ikan ini juga ternyata bisa hidup di air asin meskipun habitat asalnya di air tawar.

BACA JUGA: Menengok Kehidupan Minoritas Muslim di Pedalaman Australia

Peneliti perikanan asal James Cook University Dr Nathan Waltham kepada ABC menjelaskan, ikan ini bukan saja agresif namun juga bisa menyebabkan kematian jika dimakan oleh burung-burung liar.

"Burung yang memakan ikan ini akan tersedak karena ikan ini akan mengembangkan sirip di punggungnya sehingga akan tersangkut di tenggerokan burung sehingga menyebabkan kematian," jelasnya.

Dr Waltham mengatakan jika ikan ini tidak dikendalikan, bisa saja suatu saat tiba di wilayah daratan benua Australia.

"Saat ini mereka masih berada di Pulau Boigu dan Saibai di Selat Torres, yang memang dekat dengan Papua," katanya. "Sejauh ini kami belum menemukannya lebih ke selatan."

Sementara itu peneliti lainnya dari James Cook University Dr Damien Burrows menjelaskan ikan ini bisa saja masuk ke daratan Australia melalui perahu-perahu nelayan.

Dr Burrows dan timnya kini melakukan sosialisasi di kalangan nelayan setempat mengenai keberadaan ikan ini dan  bagaimana menangani jika menemukannya.

Pihaknya, kata Dr Burrows, meminta agar para nelayan agar membuang ikan ini jauh-jauh jika menemukannya di melengket di perahu mereka.

Namun pihak berwenang di bidang perikanan Queensland menyatakan tidak ada laporan mengenai keberadaan ikan ini selain di Selat Torres.

BACA ARTIKEL LAINNYA... 20 Mahasiswa Indonesia Belajar Menunggang Kuda di Darwin

Tag

Berita Terkait