Aviasi Indonesia Harus jadi yang Terdepan

Senin, 11 Desember 2017 – 22:45 WIB
Ilustrasi pesawat di bandara. Foto: Reza Mangantar/Manado Pos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia ingin menjadi yang terdepan dalam bidang aviasi atau penerbangan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara peluncuran Layanan Transportasi Helicity beberapa hari lalu.

"Kita telah mencapai kualifikasi di atas rata-rata kemarin, Indonesia menempati peringkat 55 dari 191 negara berdasarkan hasil audit keselamatan penerbangan oleh ICAO," ungkap Budi.

Budi menjelaskan bagaimana sulitnya seorang yang mendarat di suatu tempat, misalnya dari Batam akan ke tempat lain yang sulit dijangkau, itu akan memerlukan waktu ekstra untuk menjangkaunya.

"Di kota demikian juga, begitu sibuknya kita dengan kegiatan dari hari ke hari dan saya pikir ini bisa dikelola dengan baik bahkan dalam teknis tertentu bisa digunakan secara kolektif," terang Budi.

Lebih lanjut Budi menceritakan bahwa dia sering mendapat keluhan dari para investor yang datang ke Indonesia dan transportasi yang ada saat ini hanya sampai di Bandara Soekarno Hatta, tapi dengan adanya layanan Helicity, mereka bisa bebas untuk menuju tempat lain dalam beberapa hari.

"Saya tegaskan bahwa safety adalah suatu hal yang harus dilengkapi dan saya berpesan kepada Helicity untuk selalu mentaati regulasi yang kita buat bersama. Dengan safety kita bisa memenuhi level of service dan level lain-lain," kata Budi.

Program Helicity sejalan dengan program pemerintah yang menjadi prioritas Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata yang menerapkan strategi 3A yakni Airlines-Airport, Air Navigation dan Authorities sebagai perencanaan membangun konektivitas udara.(chi/jpnn)

BACA JUGA: 2018, KA Bandar Tinggi-Kuala Tanjung Ditargetkan Beroperasi

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenhub Dorong Penggunaan Angkutan Penyeberangan


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler