Awalnya Diperlakukan Seperti Binatang

Jumat, 01 April 2016 – 10:59 WIB

jpnn.com - MATARAM – Untuk bisa bekerja ke luar negeri, Muliati, salah seorang TKW asal Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memalsukan data dirinya. Dokumen seperti KTP dan KK dibuat di daerah lain yakni Desa Duman Lombok Barat. Menurut tekong tadi, dokumen ini dipalsukan agar  keberangkatan Muliati tidak diketahui keluarganya.

Proses pemberkasan tetap berjalan. Dia diminta membuat paspor dan medical chek-up. Muliati sudah tidak memiliki uang lagi. Jalan satu-satunya ia kembali meminjam di perusahaan yang nanti akan memberangkatkanya ke  Arab Saudi.

BACA JUGA: Listrik Masih jadi Masalah Serius di Kapuas Hulu

“Saya minjam lagi uang Rp 2 juta untuk biaya yang lainnya,” tutur ibu satu anak ini seperti dilansir Radar Lombok (Grup JPNN).

Selama berada di Jakarta ini, Muliati mengetahui dirinya menjadi korban perdagangan orang. Calo yang menjadi perantaranya tidak pernah mengunjungi dirinya dan TKW lainnya.  Mereka ditelantarkan begitu saja.  

BACA JUGA: 13 Warga Lapas Timika Kabur

Waktu pemberangkatan pun tiba, dari Jakarta bersama TKW yang lainnya Muliati diterbangkan ke Arab Saudi. Begitu diterima di majikan, nasib Muliati tidak serta merta berubah.

Justru kisah baru hidup sebagai TKW semakin miris. Sebab oleh majikannya ia diperlakukan seperti binatang. Dia tidak diberikan tempat tidur yang layak. Untuk makan pun, diberikan makanan sisa majikannya. Itu pun makanan itu diberikan majikannya dengan cara dilemparkan. Selama tiga bulan, dia juga tidak digaji.

BACA JUGA: Miris, Kisah Mantan TKW di Perantauan (1)

“Saya dianggap orang Pakistan, sehingga saya diperlakukan seperti binatang,” tuturnya.

Menurut penuturan yang ia terima, warga Arab Saudi memang tidak suka dengan TKW asal Pakistan. Dengan berbagai usaha, Muliati berusaha memberitahukan majikannya kalau dirinya bukan orang Pakistan melainkan orang Indonesia dari Lombok. Majikanya berusaha mencari tahu kebenaran data Muliati.

Beruntung salah satu keluarga majikannya pernah liburan ke Bali dan mendengar nama pulau Lombok yang dikenal dengan pulau seribu masjid.

Majikan mempercayai Muliati dari Indonesia. Dia lalu diminta mengajarkan anak majikannya  mengaji. Sejak saat inilah perlakuan majikannya berubah. Muliati tinggal selama 2 tahun 6 bulan. “Selama menjadi TKI saya tidak pernah pindah majikan sampai pulang,” tuturnya.(radar lombok/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tingkat Perceraian PNS Meningkat, Ini Datanya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler