Awalnya Menolak, Warga Natuna Kini Siapkan Upacara Khusus untuk Lepas 238 WNI dari Wuhan

Sabtu, 15 Februari 2020 – 12:58 WIB
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal di sela-sela rapat dengan Komisi IX DPR,Selasa (4/2). Foto M Fathra Nazrul Islam/JPNN

jpnn.com, NATUNA - Warga di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau menyiapkan upacara khusus untuk melepas 238 WNI yang sempat menjalani observasi kesehatan setelah dipulangkan dari Wuhan, Tiongkok. Menurut Bupati Natuna Hamid Rizal, akan ada pelepasan dengan adat Melayu bagi 238 WNI yang akan dipulangkan ke keluarga masing-masing itu.

"Nanti dari lembaga adat akan ada doa selamat, tepung tawar," kata Hamid di Natuna, Sabtu (15/2).

BACA JUGA: Tak Terjangkit Corona, 238 WNI yang Diobservasi di Natuna Dipulangkan Hari Ini

Upacara tepung tawar biasanya diadakan saat menerima tamu yang baru datang. Adat tepung tawar, kata dia, menggunakan daun khusus dan air putih.

"Diletakkan di kendi, tangan masuk dalam. Habis itu sama-sama berdoa," kata dia.

BACA JUGA: Ada Uang Transpor Rp 1 Juta Per Orang untuk 238 WNI dari Wuhan

Hamid mengharapkan 238 WNI yang sempat menjalani observasi kesehatan di wilayahnya itu bisa selamat sampai daerah asal masing-masing dan selalu sehat. Namun, ia belum memastikan kapan dan di mana upacara adat itu bisa dilaksanakan.

Menurut Hamid, masa observasi kesehatan bagi 238 WNI itu berakhir hari ini pukul 12.00 WIB. "Lihat protokol sini, bagaimana pengaturannya. Kami tidak bisa gegabah," kata dia.

Sebelumnya pemerintah pusat mengobservasi 238 WNI beserta 42 orang anggota tim evakuasi dan lima staf KBRI Beijing sejak 2 Februari 2020. Namun, keputusan pemerintah pusat itu sempat memicu penolakan dari warga Natuna.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler