Awas! Anggota ISIS Bisa Menyamar sebagai Nelayan, Lewat Malaysia

Selasa, 30 Mei 2017 – 07:46 WIB
Nelayan. Ilustrasi Foto: Yerry Novel/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, mengantisipasi kelompok terfailiasi ISIS masuk ke Indonesia melalui Filipina Selatan, tidak ubahnya menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan.

”Tentunya itu ranah militer untuk tindakan awalnya,” kata dia. Karena itu, penguatan pertahanan dengan menerjunkan prajurit TNI AD dan TNI AL sudah tepat.

BACA JUGA: ISIS Ingin Filipina Selatan Basis Kekuatan, Jangan Menjalar ke Indonesia

Khairul itu menyatakan bahwa hal itu memang dibutuhkan. ”Pelayaran keluar masuk wilayah perairan perbatasan kita harus dipantau dengan sangat ketat,” ungkap dia.

Prajurit yang bertugas harus waspada betul lantaran mereka bisa saja masuk Indonesia dengan menyamar. Misalnya sebagai nelayan tradisional.

BACA JUGA: Adang ISIS, Ratusan Brimob Bersenjata Lengkap Dikirim ke Perbatasan

Dia juga mengungkapkan, rencana kerja sama patroli peraiaran antara Indonesia dengan Malaysia dan Filipina harus cepat ditindaklanjuti.

Sebab, bukan tidak mungkin mereka masuk Indonesia melalui Malaysia. ”Akan percuma kita ketat sementara akses Malaysia longgar,” ungkap Khairul.

BACA JUGA: Ada WNI Terdeteksi Mau Berperang di Marawi

Selain prajurit TNI, sambung dia, pemerintah juga perlu melibatkan Polri, KPLP, dan KKP untuk menambah tenaga.

Dengan begitu, celah yang ada semakin rapat. Itu penting guna menekan potensi pergerakan kelompok tersebut. (and/syn)

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Iraq Fokus Rebut Kota Yang Dikuasai ISIS


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
ISIS   Filipina   perbatasan  

Terpopuler