Awas, Hacker Antek Rusia Gentayangan Sasar Riset Vaksin Covid-19

Jumat, 17 Juli 2020 – 18:28 WIB
Ilustrasi: Ardissa Barack/JPNN.com

jpnn.com, LONDON - Kelompok hacker yang menamakan diri The Dukes atau Cozy Bear tengah gentayangan di dunia maya pada masa pandemi penyakit virus corona 2019 (Covid-19).

Sasaran kelompok peretas itu adalah eneliti yang tengah meriset vaksin untuk virus yang memicu pandemi global tersebut.

BACA JUGA: Laporan Intel Jerman Sebut Presiden Tiongkok Minta Bos WHO Tunda Peringatan Bahaya Corona

Menurut Pusat Keamanan Siber Nasional (NCSC) di Inggris, kelompok peretas yang terhubung dengan penguasa Rusia itu telah beraksi sejak Februari atau Maret dengan menyasar proyek penelitian Covid-19 di Universitas Oxford dan Imperial College, London.

NCSC tak bekerja sendirian dalam mengendus kelompok hacker itu. Sebab, NCSC juga menggandeng Communications Security Establishment (CSE) di Kanada dan National Security Agency (NSA) Amerika Serikat.

BACA JUGA: Rusia Berencana Produksi Massal Vaksin Covid-19

Pejabat keamanan menyebut hacker itu hampir pasti bagian dari Dinas Intelijen Rusia. Targetnya adalah penelitian tentang vaksin Covid-19 ataupun virusnya.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menyebut peretasan itu merupakan tindakan egois dan sembrono. Sementara Inggris dan sekutunya, kata Raab, tengah bekerja keras menemukan vaksin Covid-19 demi melindungi kesehatan global.

BACA JUGA: Gawat! Hacker Bobol Dokumen Rudal Nuklir AS, Ulah Rusia?

“Ini benar-benar tak bisa diterima bahwa Dinas Intelijen Rusia menargetkan mereka yang bekerja memerangi pandemi virus corona,” ujar Raab.

Namun, Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menepis tuduhan itu. Menurutnya, Rusia tidak memiliki informasi apa pun tentang pihak-pihak yang meretas perusahaan farmasi dan lembaga penelitian di Inggris.

“Bisa kami katakan bahwa Rusia tak ada kaitannya dengan usaha-usaha itu,” katanya.(RT/jpnn)


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Virus corona   Covid-19   Hacker   Rusia   Vaksin  

Terpopuler