AWAS! Lahar Dingin Guyur Wilayah Ini

Rabu, 22 Juni 2016 – 11:04 WIB
Jalur Ulu-Ondong di Kabupaten Kepulauan Sitaro Provinsi sulawesi Utara dipenuhi material lahar dingin dari Gunung Api Karangetang. FOTO: DOK.Manado Post/JPNN.com

jpnn.com - MANADO – Hujan yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro menjadi pemicu terjadinya bencana lahar dingin. Dari pantauan, Selasa (21/6) kemarin, sekira pukul 11.00 Wita jalur Ulu-Ondong dipenuhi material lahar dingin dari Gunung Api Karangetang.

Lahar dingin ini mengendap ikut terseret aliran air, membuat Jembatan Batuawang tidak bisa dilewati. Bahkan tempat jualan di area jalan lava tersebut hilang terbawa lahar dingin.

BACA JUGA: Banjir, Longsor dan Gelombang Tinggi Terjang 5 Wilayah di Sulut

Lahar dingin juga mengguyur jembatan penghubung Kampung Kinali dan Kiawang. Hingga saat ini pemerintah setempat, melarang warga melintas karena sisa material terus mengalir. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sejumlah warga yang berhasil diwawancarai, panik dengan adanya hujan yang tidak berhenti sehingga mengguyur lahar dingin ke beberapa tempat.

BACA JUGA: Lumayan Juga Nih Penghasilan Istri Polisi yang Jadi Pengemis

“Kami semua panik. Karena daerah kami ini rawan bencana,” ujar Melky warga Siau Timur seperti dilansir Manado Post (JPNN Group).

Terpisah, Kapitalau Kinali Charles Dauhan mengatakan, sebanyak 23  KK di Kampung Kinali Lindongan II diungsikan ke Kampung Mini, tepatnya di Gereja Sarfat.

BACA JUGA: Simak Nih, Alasan Lucu Istri Polisi yang Jadi Pengemis

“Kami terus menjaga warga supaya tidak melewati area tersebut. Karena material masih berjatuhan. Sedangkan warga sudah diungsikan ke Kampung Mini untuk mencegah nantinya ada banjir susulan,” bebernya.

Camat Siau Barat Utara (Sibarut) Prins B Pontoh mengimbau seluruh warga tidak melakukan aktivitas di luar rumah. “Beberapa perahu milik nelayan ikut hilang disapu lahar dingin. Pemerintah kampung mengimbau kepada warga Sibarut tidak melakukan aktifitas karena cuaca sedang tidak bersahabat,” tuturnya.

Kepala BPBD Sitaro Chalton Bo Wuaten ST mengungkapkan, bencana lahar dingin ini sudah terjadi sejak pukul 07.00 Wita. Pihaknya sementara menunggu hujan reda untuk melakukan pembersihan beberapa ruas jalan. “Kerugian akibat bencana ini sekira 1 miliar,” ungkap Wuaten.(JPG/mp/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Astaga... Istri Polisi Jadi Pengemis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler