Ayam Goreng plus Gudeg Jadi Penyambung Silaturahmi Bu Mega dan Hamzah Haz

Sabtu, 05 Agustus 2017 – 15:09 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama politikus PPP Habil Marati (kemeja putih) dan Sekum Bamusi Nasyrul Falah Amru (berbatik sebelah kiri) di rumah Hamzah Haz di Patra Kuningan, Jaksel, Sabtu (5/8). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terus membina hubungan baik dengan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz. Memang, kedua tokoh nasional itu pernah berduet saat memimpin Indonesia pada periode 2001-2004.

Hari ini (5/8), Megawati mengutus Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menemui Hamzah di rumahnya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Hasto didampingi politikus PDIP yang juga Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyrul Falah Amru.

BACA JUGA: PPP Kubu Djan Faridz Sebut Edaran Kemendagri Hanya Menambah Kisruh

Hasto pun mengunjungi rumah Hamzah tidak dengan tangan kosong. Ada oleh-oleh dari Megawati khusus untuk Hamzah.

“Ada ayam goreng dan gudeg untuk disampaikan kepada beliau (Hamzah, red) dan juga buku Ibu Mega yang berjudul Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat, serta Bukan Media Darling Biasa,” ujar Hasto usai bertemu Hamzah.

BACA JUGA: Jelang Pilkada NTB, Mori Hanafi Jalin Komunikasi dengan 3 Partai Besar

Hasto juga menceritakan kedekatan Megawati dengan Hamzah saat berduet memimpin pemerintahan dan Kabinet Gotong Royong. Menurut Hasto, duet Mega-Hamzah merupakan cerminan dan kebutuhan politik nasional waktu itu.

BACA JUGA: Hanura Bakal Usung Jokowi Lagi, PDIP Ikut Happy

Wakil Presiden RI 2001-2004 Hamzah Haz (tengah) bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) dan Sekum Bamusi Nasyrul Falah Amru (kiri). Foto: istimewa for JPNN

Meskipun kedua tokoh itu dipaksa berduet oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), kata Hasto, tapi Hamzah tetap menganggapnya sebagai kerja sama yang sangat baik. Bahkan, kedekatan personal antara Mega dan Hamzah turut memengaruhi pengambilan keputusan dalam rapat-rapat kabinet.

“Pak Hamzah memegang tangan Ibu (Megawati, red) pada saat ada perbedaan pendapat. Keputusan pun ditunda sampai mendengarkan pendapat Pak Hamzah. Ini dilakukan untuk menggambarkan betapa kompaknya kepemimpinan Pak Hamzah dan Ibu Megawati ketika itu,” tutur Hasto.

Politikus asal Yogyakarta itu mengaku sudah mendengar cerita-cerita tentang Hamzah dari Megawati. Hamzah yang berasal dari Ketapang, Kalimantan Barat dikenal sebagai politikus yang jago menyusun APBN.

Hasto pun membuktikan sendiri kepakaran Hamzah yang dalam pertemuan itu menyampaikan kekhawatirannya tentang tax ratio yang rendah. “Itu harus dipacu terus-menerus,” ujar Hasto menirukan Hamzah.

Tapi, ada juga nostalgia yang disampaikan Hamzah saat menerima Hasto. Yakni ceritanya ketika masih kecil sudah terpesona melihat Bung Karno berpidato.

“Pak Hamzah juga menyampaikan bagaimana nostalgia dengan Bung Karno, ketika dia masih kecil terinspirasi dengan pidato bung Karno,” papar Hasto.

Karena itu, Hasto mengaku memperoleh pelajaran penting dari pertemuannya dengan Hamzah. “Jadi pertemuan ini sangat baik, kami belajar dari pengalaman Pak Hamzah Haz,” pungkasnya.(cr2/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PPP Siap Carikan Kang Emil Pendamping


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler