Azis Syamsuddin Apresiasi Nota Protes Kemenlu Terkait Pembakaran Al-Quran

Jumat, 04 September 2020 – 22:44 WIB
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam Dr. Azis Syamsuddin. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam Azis Syamsuddin menyambut baik respons yang diberikan Menteri Luar Negeri yang mengecam keras aksi pembakaran dan perobekan kitab suci Al-Quran di Swedia dan Denmark serta publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo di Prancis.

“Ini merupakan suatu hal yang umum dipahami bahwa Al-Quran dan Nabi Muhammad adalah dua hal yang sangat sakral bagi kaum Muslimin. Sehingga tindakan yang dilakukan oleh oknum masyarakat di Swedia dan Denmark, serta tabloid Charlie Hebdo di Prancis tidak bisa diartikan lain selain sebuah provokasi berbahaya yang bisa saja mengancam situasi keamanan dunia,” kata Azis Syamsuddin dalam keterangan releasenya di Jakarta (4/9/2020).

BACA JUGA: Polri Waspadai Dampak Aksi Pembakaran Al Quran

Azis Syamsuddin menilai bahwa Dunia saat ini sedang dilanda bencana Pandemi Covid 19 yang berdampak pada hampir semua sektor kehidupan umat manusia.

Dalam kondisi seperti ini, dunia membutuhkan situasi yang kondusif dan kerjasama serta gotong royong. Bukan justru melakukan hal hal yang menimbulkan provokasi, yang dapat melahirkan situasi tidak kondusif dan bahkan konflik dalam skala besar.

BACA JUGA: Al-Quran Dibakar, Kerusuhan Pecah, Tak Terkendali

“Saya menghimbau masyarakat khususnya di Tanah Air tidak terpancing dengan tindakan provokatif yang dilakukan sejumlah oknum tidak bertanggungjawab di Swedia, Denmark dan Prancis,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.

Menurut Azis, Pemerintah RI melalui Kemenlu sudah melayangkan kecaman dan protes terhadap aksi tersebut. “Kita percaya, Pemerintah Negara Swedia, Denmark dan Prancis dapat segera menjalankan proses hukum yang berlaku di negara tersebut terhadap para pelaku," tutupnya.(jpnn)

BACA JUGA: Komisi IV DPR RI Perkuat Pengawasan Implementasi Pupuk Bersubsidi


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler