Azis Syamsuddin: Deradikalisasi Perlu Digiatkan Kembali di Lingkungan Pendidikan

Selasa, 30 Maret 2021 – 12:46 WIB
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam Dr. Azis Syamsuddin. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI M Azis Syamsuddin mengapresiasi langkah Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang berhasil menangkap tujuh terduga teroris di  tempat terpisah di tanah air.

Penangkapan dilakukan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri pascateror bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

BACA JUGA: Bamsoet: Deradikalisasi Harus Didukung Semua Kelompok Masyarakat

Penangkapan pertama di Jalan Cikarang-Cibarusah, Kampung Kandang, RT 007/04, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pukul 09.30 WIB, Senin (29/3).

Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB,  pihak kepolisian mengamankan lokasi penggerebekan dua terduga teroris yang berada di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur.

BACA JUGA: Azis Minta Densus 88 Lebih Gencar Memburu Teroris

Terakhir, empat orang terduga teroris diamankan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dari proses penggerebekan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

BACA JUGA: Azis Syamsuddin: Jangan Sampai Aksi Teror Meluas  

Tim Gegana dan Laboratorium Forensik (Labfor) tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Jika terduga teroris ini berhubungan dengan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, maka kami meminta pendalaman. Sampaikan secara jernih kepada publik, kronologi dan kaitannya, agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi dan data," kata Azis Syamsuddin dalam keterangannya, Selasa (30/3).

Wakil ketua umum Partai Golkar ini berharap semua pihak mampu mendinginkan situasi dan kondisi, tidak  saling menyalahkan dan mencari kelemahan antarlembaga satu dan yang lainnya. 

"Pekerjaan rumah besar kita  ada di depan mata. Deredikalisasi dinilai sangat perlu digiatkan kembali di lingkungan pendidikan, termasuk di lembaga dakwah Islam di seluruh pelosok nusantara," jelas Azis. 

Pimpinan DPR RI bidang koordinasi politik, hukum, dan keamanan, itu menambahkan, aksi terorisme yang terjadi di Gereja Katedral Makassar menjadi fakta yang memunculkan kekhawatiran di tengah pandemi Covid-19.

Sebab, bibit terorisme dan radikalisasi ternyata masih terus tumbuh di tanah air.

"Tentu saja peran lembaga pendidikan termasuk lembaga dakwah di daerah-daerah harus lebih difokuskan. Tentu saja parameternya adalah kualitas mutu pendidikan yang harus kita tingkatkan," kata Azis Syamsuddin. (*/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler