Azis Syamsudin: Kenduri Kebangsaan Jadi Perekat Warga Aceh

Minggu, 23 Februari 2020 – 23:13 WIB
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Foto: JPNN

jpnn.com, BANDA ACEH - Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin menyatakan bahwa Kenduri Kebangsaan yang digelar di Bireun, Aceh, sangat bagus dan bisa mempererat silaturahmi. Dia mengapresiasi kehadiran Presiden Joko Widodo pada acara yang digelar, Sabtu (22/2) itu.

"Kenduri Kebangsaan ini bisa merajut kebersamaan sehingga bermanfaat untuk kemajuan Indonesia dikemudian hari," ujar Aziz dalam siaran pers, Minggu (23/2).

BACA JUGA: 50 Kilogram Ganja dari Aceh Dikirim ke Banten, Siapa Pemesannya?

Aziz menyatakan bahwa kehadiran Presiden Jokowi di Kenduri Kebangsaan, dan bersalaman serta menyapa masyarakat yang hadir, bisa menjadi momentum untuk Aceh tumbuh dan berkembang sesuai yang diharapkan, tentunya dengan bimbingan dan asistensi semua pihak.

Politikus Golkar ini berharap, Aceh sebagai Serambi Mekah, bisa menggaet investor. Menurutnya, kehadiran Investasi yang banyak akan mengangkat neraca perdagangan. Karena itu, dia berharap, kesepakatan-kesepakatan investasi dengan UEA dalam waktu dekat akan meningkatkan perekonomian Aceh.

BACA JUGA: Persiraja Banda Aceh Batal Jajal Kekuatan Semen Padang

"Diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat aceh baik dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan dan tentunya agama," papar wakil ketua umum Partai Golkar ini.

Lebih lanjut Aziz juga merespons soal permintaan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah agar dana otonomi khusus tetap ada untuk provinsi paling barat Indonesia itu. Aziz menegaskan bahwa hal itu dipertimbangkan oleh DPR ataupun pemerintah pusat.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Serahkan 2.576 Sertifikat Tanah di Bireuen Aceh

"Otsus akan berakhir 2027. Permintaan itu tentu akan menjadi pertimbangan pemerintah pusat, DPR, untuk melakukan persetujuan apakah otsus itu diberikan," kata mantan ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini.

Kendati demikian, Aziz mengungkapkan bahwa ini pemerintah telah mengeluarkan dana otsus triliunan rupiah. Ia berharap terjadi pemerataan pembangunan di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Setelah itu, kata Aziz, dilanjutkan dengan menumbuhkembangkan stabilitas di berbagai bidang.

"Baik itu stabilitas politik, ekonomi, hukum, sehingga sehingga pemerataan itu bisa dirasakan oleh masyarakat dan menciptakan rasa aman dan stabil sehingga investasi masuk," ujae mantan ketua Komisi III DPR ini. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler