BACA: Begini Kronologi 78 Polisi yang Dijemur karena Tak Salat

Rabu, 10 Februari 2016 – 22:23 WIB
Puluhan polisi yang dijemur di lapangan Polrestabes Surabaya karena tak menjalankan salat. FOTO: radar surabaya/jpnn.com

jpnn.com - KASAT Sabhara Polrestabes Surabaya AKBP Toni Sugiyanto memberikan pelajaran kepada anak buahnya yang malah untuk beribadah. Ya, seperti diketahui, Toni menghukum 78 bawahannya yang tidak menjalankan salat dhuhur berjamaah di Masjid Baiturrahman, Polrestabes Surabaya, Selasa (9/10). Padahal mereka tidak sedang bertugas dan hanya bersantai-santai. 

Berdasarkan pengamatan Radar Surabaya (JPNN Group), sanksi tersebut bermula saat Toni melaksanakan salat dhuhur berjamaah di masjid. Seusai menunaikan salat wajib tersebut, Toni terheran-heran lantaran tidak mendapati satu pun anggotanya yang ikut salat berjamaah di masjid. 

BACA JUGA: Lihat Nih Foto Puluhan Polisi Dijemur Karena Tak Salat!

Toni lantas pergi ke barak dalmas untuk mengecek anak buahnya. 

Saat dicek, Toni terkejut melihat banyak anggotanya yang cuma mengobrol, duduk santai dan tiduran. 

BACA JUGA: Parah, Makalah Calon Direksi PDAM Copy Paste

Toni pun naik pitam!

Dia langsung marah dan langsung memanggil semua anggotanya untuk berbaris di depan barak dalmas satuan sabhara. 

BACA JUGA: Rasain! Penjahat Kelamin Ini Akhirnya Divonis 7 Tahun Penjara

Setelah itu, sanksi berupa latihan fisik pun diberikan. Para personil dalmas ini lantas diminta untuk push up dan scout jump sebanyak 50 kali. 

Setelah itu, Toni melanjutkan hukumannya dengan memerintahkan mereka untuk berguling-guling mengelilingi lapangan depan barak dalmas. 

Tanpa berani membantah, semua anggota dalmas Sat Sabhara yang masih muda usia ini pun menuruti perintah komandannya. Meski dengan keringat bercucuran membasahi badan dan kaos coklat yang mereka kenakan, para prajurit Sabhara ini menjalani semua instruksi komandannya satu per satu. 

Namun demikian, hukuman itu ternyata belum selesai. Toni kembali menginstruksikan anggotanya itu untuk tidur telentang di lapangan dengan posisi menatap matahari selama kurang lebih satu jam. 

“Minimal mereka (anggota Sabhara, Red) ikut salat berjamaah pada dhuhur dan ashar. Mereka juga bisa salat di barak karena di sana juga sudah ada musala. Tapi, itu tidak mereka lakukan,” ungkapnya. (yua/jay) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi yang Nyabu Merengek Minta Direhabilitasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler