Baca! Tips Menghindari Serangan Harimau Sumatera

Kamis, 12 Desember 2019 – 15:53 WIB
Harimau Sumatera. (ilustrasi - antara)

jpnn.com, KAMPAR - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau memasang spanduk peringatan di lokasi kemunculan harimau sumatera liar di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

Pemasangan imbauan tersebut menindaklanjuti laporan warga perihal kemunculan harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) liar di daerah tersebut pada awal pekan ini.

BACA JUGA: Pemburu Harimau Sumatera Terancam 5 Tahun Penjara

"Kami melakukan pemasangan himbauan di tiga titik," kata Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Heru Sutmantoro, di Pekanbaru, Kamis.

Heru menjelaskan Tim bersama dengan Babhinkamtibmas, dan anggota mitigasi konflik Desa Karya Indah menuju ke lokasi menjumpai jejak harimau sumatera di jalan kijang putih.

BACA JUGA: Berita Duka, Yudiansah Harianto Meninggal Dunia Diserang Harimau

"Di lokasi ini dijumpai jejak diduga harimau sumatera. Dari jejak yang dijumpai, diperkirakan jejak terjadi pada Selasa pagi, 10 Desember, kondisi jejak mulai hilang terkena siraman hujan," ujarnya.

Menurutnya, tim juga menerima keterangan warga bernama Muslim yang pada saat mengantar anaknya ke sekolah, melihat satwa belang tersebut.

BACA JUGA: 20 Tahun Mengabdi, Guru PNS Ini Tak Terima Dipecat Pemkab

Heru menambahkan, BBKSDA Riau juga menyosialisasikan tips yang bisa dilakukan untuk menghindar ketika berjumpa dengan harimau.

Pertama, jalan mundur dan tetap menghadap arah harimau. Kedua, tidak mencoba kabur atau membelakangi harimau.

Hal tersebut perlu diketahui karena biasanya satwa kucing besar itu kerap menerkam di daerah tengkuk dari belakang.

Tips ketiga, berusaha tetap tenang dan segera hubungi BBKSDA Riau.

"Ketahui juga harimau itu aktif pada pagi dan petang hari," ujarnya.

Tips selanjutnya, jangan berpergian sendirian di wilayah jelajah harimau dan segera kontak orang terdekat dan naik kendaraan terdekat ketika berjumpa dengan satwa dilindungi tersebut.

"Ketika di daerah jelajah harimau, bawalah tongkat dan obor api," kata Heru.

Meski begitu, dia mengakui pada saat perjumpaan bisa jadi lupa akan tips tersebut. "Semoga saja tidak. Banyak zikir juga baik," kata Heru menambah satu tips terakhir. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler