Bachtiar Nasir: Jika Ada Long March, Urusan Aparat

Jumat, 10 Februari 2017 – 07:54 WIB
Berdzikir di Masjid. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan Ketua Umum GNPF-MUI Bachtiar Nasir bertemu dengan Menko Polhukam Wiranto, kemarin (9/2).

Dalam pertemuan tersebut terjadi dialog yang membahas aksi besok (11/2). Setelah pertemuan, Rizieq menegaskan bahwa aksi akan tetap berlangsung.

BACA JUGA: UBN: Tidak Ada Long March di Aksi 112

Namun, tidak lagi dalam long march dari Monas ke Bundaran HI. Melainkan dzikir dan tausiyah nasional yang terpusat di Masjid Istiqlal.

Menurut Rizieq, keputusan mengubah aksi long march menjadi dzikir dan tausiyah nasional sudah disepakati oleh ulama dan habaib.

BACA JUGA: Diimbau tak Ikut Aksi 112, Lebih Baik Mengaji di Rumah

Dia menjelaskan, pilihan mengubah aksi yang juga dikenal dengan aksi 112 itu dilakukan guna menghindari hal negatif.

FPI maupun GNPF MUI tidak ingin aksi tersebut dikaitkan dengan pilgub DKI yang semakin dekat.

BACA JUGA: Sori Ya, PP Persis Tak Mau Dikaitkan dengan Aksi 112

”Inisiatif ulama dan habaib untuk menghindarkan hal-hal yang tidak bagus,” ucap dia.

Apalagi, dua dari tiga paslon yang turut ambil bagian dalam pilkada DKI bakal menyelenggarakan kampanye.

”Kami tidak mau terjebak kampanye yang dilakukan dua paslon itu,” kata Rizieq.

Dia pun menegaskan, FPI maupun GNPF MUI menyelenggarakan dzikir dan tausiyah nasional sesuai aturan dan ketentuan. ”Kami komitmen tidak melanggar undang-undang,” tambahnya.

Komitmen itu ditegaskan kembali oleh Bachtiar. Dia menjelaskan, aksi 112 merupakan agenda keagamaan.

Rencananya, dzikir dan tausiyah nasional itu dimulai sejak Subuh. Dengan rangkaian salat Subuh berjamaah dilanjutkan tausiyah oleh ulama dan habaib.

”Tausiyah yang membawa kesejukan, kedamaian, dan persatuan Indonesia,” ucap dia. Diprediksi Istiqlal bakal sesak oleh ribuan jamaah.

Bachtiar menekankan, dzikir dan tausiyah nasional hanya dilaksanakan di Istiqlal. Di luar aktivitas di masjid tersebut, GNPF MUI maupun FPI tidak bertanggung jawab.

Termasuk di antaranya bila ada yang tetap melaksanakan long march. Dia menegaskan, pihaknya tidak melaksanakan kegiatan yang mengganggu ketertiban umum maupun memprovokasi.

”Kami tegaskan tidak ada long march. Kalau ada long march kami serahkan kepada aparat,” jelasnya.

Sementara itu, Wiranto menjelaskan, isu yang menyertai aksi 112 yang beredar tidak sepenuhnya benar.

Apalagi informasi yang menyatakan bahwa isu tersebut bakal mengancam atau menimbulkan kegaduhan.

Berdasar hasil dialog dengan FPI dan GNPF-MUI, aksi itu bakal berlangsung damai. Sebab, tidak ada long march, tetapi hanya dzikir dan tausiyah nasional di Istiqlal.

”Silakan saja kalau melaksanakan aktivitas. Asal tidak melangar hukum,” ujarnya.

Mantan Menhamkam/Pangab pun menyinggung soal komitmen FPI dan GNPF-MUI yang selaras dengan pemerintah. Yakni mewujudkan cita-cita nasional.

”Tapi, kemudian banyak yang menyampaikan pemahaman salah. Akhirnya terjadi sesuatu yang kami anggap miskomunikasi,” ucap Wiranto.

Melalui dialog kemarin, dia bersama Rizieq dan Bachtiar meluruskan kembali kesalahpahaman tersebut. (syn/agm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kang Aher Minta Warga Jabar Tak Ikut Aksi 112


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler