Badai Mulan Hantam China, Transportasi Lumpuh

Kamis, 11 Agustus 2022 – 02:04 WIB
Salah satu sudut kota Haikou, Ibu Kota Provinsi Hainan di China selatan. Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie

jpnn.com, HAINAN - Pelayanan kereta api dan feri di Pulau Hainan ditangguhkan untuk menghindari dampak badai Mulan di wilayah selatan China itu.

Badai Mulan telah masuk di dekat Xuwen, Provinsi Guangdong pada Rabu siang.

BACA JUGA: Made in China, Obat Covid-19 Ini Dijual Rp 659 Ribu per Botol

Hujan lebat disertai angin kencang di wilayah barat dan baratlaut Hainan telah menambah kondisi sulit kepada Provinsi Hainan yang sedang dilanda gelombang baru kasus COVID-19.

Topan tersebut diperkirakan menyebabkan hujan lebat lebih besar di wilayah barat Hainan dan curah hujan sedang di wilayah timur.

BACA JUGA: Ketua DPR AS Sudah Pulang, kok China Belum Setop Latihan Perang?

Namun kekuatan angin akan melemah pada tengah malam, demikian pernyataan Observatorium Meteorologi Hainan.

Kota Sanya yang dilanda gelombang baru kasus COVID-19 tidak terkena dampak parah dari topan ketujuh di China sepanjang 2022 ini.

BACA JUGA: Omicron BA.5.2 dan BA.2.76 Ditemukan di China, Ratusan Orang Sudah Kena

Sebanyak empat penerbangan sewaan dari Bandara Internasional Phoenix, Sanya, yang mengangkut 551 wisatawan, sebelumnya terjebak di Pulau Hainan, telah berhasil diberangkatkan menuju Xian, Chengdu, dan Shanghai, pada Selasa (9/8).

Sementara 17 penerbangan lain yang mengangkut 3.385 wisatawan pulang ke Hangzhou, Nanjing, Xian, Shanghai, Changsha, Wuhan, dan Guangzhou telah meninggalkan Sanya pada Rabu, jelas otoritas wisata setempat.

Selain itu pemeriksaan kesehatan secara ketat juga dilakukan dalam pemulangan wisatawan.

Para wisatawan yang tidak terdampak COVID-19 di Hainan diperbolehkan mengajukan izin meninggalkan pulau tropis di wilayah China selatan itu dengan menunjukkan hasil tes negatif PCR.

Hainan, dikenal sebagai objek wisata pantai tropis China, memiliki dua bandara internasional di Sanya dan Haikou, serta pelabuhan penyeberangan dari Provinsi Guangdong.

Sanya dan Haikou juga terhubung oleh jalur kereta api cepat. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler