Badan Pangan Nasional Siapkan Penguatan Tata Kelola Jagung

Selasa, 02 Agustus 2022 – 12:39 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi. Foto: Humas Badan Pangan Nasional

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) menyiapkan rekomendasi penguatan tata kelola jagung nasional.

Upaya yang dilakukan di antaranya penataan harga jagung tingkat produsen dan penguatan peran BUMN dalam off take hasil panen.

BACA JUGA: Langkah Badan Pangan Nasional Dukung Stabilisasi & Ketersediaan Pangan di Aceh

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan harga jagung yang baik di tingkat produsen dapat memotivasi petani untuk terus meningkatkan produksi jagung.

Untuk itu, pihaknya telah membangun koordinasi dengan seluruh stakeholder jagung nasional dari mulai kementerian dan lembaga terkait, gapoktan, pemerintah daerah, BUMN, pelaku usaha swasta dan koperasi guna membangun keseimbangan hulu-hilir melalui penetapan Harga Acuan Pembelian atau Penjualan (HAP) jagung, telur, dan ayam.

BACA JUGA: Terungkap Dokumen dan Data Penting Terkait Penembakan Brigadir J

“Kita telah buatkan rancangan Perbadannya terkait penetapan HAP jagung, telur, dan ayam. Besaran nilai yang ditetapkan untuk tingkat peternak dan masyarakat berdasarkan harga pokok produksi yang informasinya kita peroleh dari hasil diskusi dan rembug bersama perwakilan stakeholder terkait,” ungkap Arief di Jakarta, Selasa (2/8).

Dia mengatakan upaya lain yang dilakukan untuk memperkuat tata kelola jagung nasional adalah penguatan peran BUMN dalam off take hasil panen jagung dalam rangka stabilisasi harga dari hulu ke hilir.

BACA JUGA: Dikaitkan dengan Ferdy Sambo dalam Kematian Brigadir J, Irjen Fadil Bertemu Nyoman

“Off take hasil panen oleh BUMN akan dilakukan Perum Bulog dan ID FOOD sebagai Holding BUMN Pangan,” ujar Arief.

Selain itu, optimalisasi fungsi fasilitas logistik juga akan terus didorong, terutama fasilitas dryer dan silo yang dimiliki oleh BUMN, seperti Corn Drying Center (CDC) Bulog. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat cadangan jagung nasional.

Lebih lanjut, Arief menambahkan di samping penguatan di sektor hulu juga perlu dilakukan kolaborasi untuk memperkuat sektor hilir, melalui pemerataan pendistribusian dari sentra produksi ke wilayah-wilayah yang produktivitas jagungnya rendah.

“Penguatan konektivitas antarwilayah menjadi penting, maka perlu dilakukan revitalisasi pelabuhan di sentra produksi seperti NTB dan optimalisasi trayek tol laut,” ujarnya.

Arief menegaskan upaya ini sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/8).

Presiden meminta jajarannya untuk meningkatkan produksi jagung nasional, mulai dari hulu hingga ke hilir melalui sejumlah upaya mulai dari pembukaan lahan baru, intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, hingga peningkatan pemasaran.

BACA JUGA: Pengacara Keluarga Brigadir J Ajukan 2 Pertanyaan Buat Irjen Fadil Imran, Kapolri Harus Tahu

Menurut Arief, untuk mengamankan stok jagung kuncinya adalah memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakehoder.

“Seperti pesan presiden pada HUT ke-1 NFA, di mana Badan Pangan Nasional harus terus melakukan kolaborasi bersama stakeholder lainnya di bidang pangan agar dapat mewujudkan tata kelola pangan yang kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebelumnya, NFA telah memastikan bahwa stok jagung pakan nasional sampai penghujung 2022 aman.

Sampai dengan September 2022, Indonesia memiliki stok jagung sebanyak 2,7 juta ton. Sementara, sampai Desember 2022, diperkirakan stok jagung surplus 2,8 juta ton.

Adapun berdasarkan data Panel Harga NFA yang dihimpun dari BPS dan Kementan, produksi jagung nasional dalam tiga tahun terakhir menunjukan tren pertumbuhan positif.

Pada 2019, produksi jagung nasional berada 22,6 juta ton. Tahun 2020, angka produksi jagung mengalami kenaikan menjadi 22,9 juta ton. Hal yang sama juga terjadi pada tahun 2021, di mana terjadi peningkatan produksi jagung menjadi 23 juta ton. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... AS dan JA Sengaja Mencari 25 Kg Sabu-Sabu yang Tak Bertuan


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler