Bahas Pengembangan PT, Menristekdikti Gandeng 27 Negara

Senin, 04 Juni 2018 – 20:48 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir. Foto: Humas Kemenristekdikti

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menjadi tuan rumah perhelatan internasional Intermediate Senior Official Meeting (ISOM) Asia Europe Meeting (ASEM) on Education ke-3.

Acara tersebut diikuti sekitar 140 peserta dari 14 negara Eropa dan 13 negara Asia serta 9 organisasi internasional sebagai stakeholder. Dari Indonesia hadir 48 perguruan tinggi, 6 Kopertis, 3 Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), dan kementerian lain.

BACA JUGA: Menteri Nasir Harus Makan Kolak saat Buka Puasa

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, Indonesia akan berbagi mengenai pengembangan pendidikan tinggi melalui program penjaminan mutu pendidikan tinggi serta program-program untuk mendorong kerja sama antara akademisi, bisnis, dan pemerintah (konsep Triple Helix).

"Inovasi juga menjadi hal yang penting dalam pengembangan pendidikan tinggi. Karena hasil riset dari berbagai bidang ilmu harus diaplikasikan ke industri dan masyarakat untuk dikomersialisasikan serta harus memenuhi kebutuhan pasar dunia," ujar Nasir di Jakarta, Senin (4/6).

BACA JUGA: Formasi Dosen CPNS Bakal Dipangkas

Selain itu Nasir juga menyebutkan program student mobility yang telah dijalankan Indonesia sebagai upaya internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia. Diantaranya ASEAN International Mobility for Students (AIMS), Joint Degree/Double Degree, Joint Curriculum, Credit Transfer, Credit Earning, Fast-track program, dan ODL (Online/Blended Learning).

"Program student mobility adalah salah satu program untuk mendukung kolaborasi internasional dan juga untuk meningkatkan kualitas serta bentuk tanggung jawab sosial," ujar Nasir.

BACA JUGA: Pembelajaran Online, Ratio Dosen dan Mahasiswa Diubah

Sementara untuk mendorong Triple Helix Nasir menerangkan Kemenristekdikti memiliki program seperti training dan magang untuk techno-entrepreneur muda yang berasal dari perguruan tinggi dan lembaga litbang, memberikan insentif untuk Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), serta berkolaborasi dengan perusahaan swasta untuk mempromosikan pertumbuhan start-up di Indonesia melalui program inkubasi.

"Semua program ini mungkin akan dieksplor dan dikembangkan ke program internasional," sebutnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketahuilah, Ini Aturan Baru Tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler