Bahasa Inggris Esensial di Kancah Global, EF Hadir untuk Job Seeker Indonesia

Kamis, 17 November 2022 – 23:20 WIB
Dr. David Bish, Head of Academic Affairs EF. Foto: tangkapan layar zoom

jpnn.com, JAKARTA - Penguasaan bahasa asing, seperti bahasa Inggris menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di kancah global. Kemampuan tersebut makin berharga dan krusial di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Karena itu, EF Education First, perusahaan global penyedia layanan pengajaran bahasa kembali meluncurkan Laporan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris atau EPI (English Proficiency Index) 2022.

BACA JUGA: Gandeng Bluebird, EF Kids and Teens Hadirkan Kelas Bahasa Inggris Unik di Dalam Bus

Melalui laporan ini, EF juga memberikan pemaparan tentang bagaimana dan di mana saja perkembangan Bahasa Inggris terjadi di dunia.

“Laporan ini menjadi upaya EF untuk memberikan tolok ukur bagi para pembuat kebijakan, komunitas, pendidik, dan pihak relevan lainnya untuk upaya pemerataan dan peningkatan kecakapan berbahasa Inggris di negara mereka. Semoga melalui laporan ini, kami dapat terus menjadi bagian dari perjalanan rekan-rekan dan masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar kerja,” jelas Operations Director EF Adults Indonesia Fanno Hendriawan dalam acara peluncuran laporan tersebut di Jakarta, Kamis (17/11).

BACA JUGA: Guru Bahasa Inggris Lulus PG Bejibun, Kuota PPPK 2022 Terbatas, Pemda Nekat

Academic Operation Manager EF English First Indonesia Yunita Yanti memaparkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Dia mengatakan berbagai proses dan istilah dalam dunia kerja tidak mudah dijelaskan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris tingkat dasar.

BACA JUGA: Kader Perempuan Golkar Gelar Kursus Bahasa Inggris Secara Gratis

EF, lajut dia, percaya bahwa kemampuan bahasa Inggris dapat membantu seseorang meningkatkan daya saingnya di dunia kerja baik pada entry level atau managerial level.

"Kemampuan tersebut dapat mendukung proses komunikasi yang lebih kompleks di tempat kerja, membantu proses membangun relasi dengan rekan kerja dan atasan, mendapatkan kesempatan untuk merepresentasi perusahaan untuk pihak asing, mempermudah proses peningkatan skill, dan menemukan kesempatan kerja yang lebih luas,” ujar Yunita.

Indonesia menempati peringkat 81 dari 111 negara atau turun satu peringkat dibandingkan dengan posisinya di tahun lalu. Di Asia, Singapura masih menempati urutan teratas sementara Indonesia menempati urutan ke-15 dari 24 negara.

Indonesia memiliki skor 469 dari 800 atau bertambah 3 poin dari tahun lalu yaitu 466.

Skor Indonesia berada di urutan menengah atau setara dengan tingkat B1 dalam Common European Framework for Reference.

Masih sama seperti tahun lalu, skor tersebut berada dibawah rata-rata skor regional Asia atau 500.

Penurunan peringkat Indonesia saat ini bisa ditingkatkan melalui pemilihan metode pembelajaran yang lebih tepat dan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

EF melihat bahwa mempelajari sebuah bahasa asing membutuhkan usaha yang konsisten. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan tingkat kefasihan dan tujuan setiap individu.

Sehingga EF berusaha untuk menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam kurikulum dan metode belajar yang sesuai, efektif, dan memprioritaskan student experience.

“Misalnya, siswa di tingkat awal mampu memperkenalkan rekan kerja dalam situasi profesional, memberikan gambaran singkat tentang pengalaman kerja mereka, dan membaca kartu nama setelah mengambil kelas tersebut.,” jelas Yunita.

Melalui EF EPI Report 2022 ditemukan juga korelasi atas pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi para tenaga kerja di Indonesia.

“Indonesia memiliki kondisi generation gap yang unik dibandingkan negara lain di Asia. Masyarakat 18-20 tahun memiliki tingkat kecakapan yang jauh lebih rendah dari pada kelompok 26-30 tahun. Ini menunjukan bahwa perkembangan kemampuan bahasa Inggris tidak terjadi di bangku sekolah, melainkan saat memasuki dunia kerja,” kata Dr. David Bish, Head of Academic Affairs EF.

Junar Asunyi, seorang HR Specialist dan Content Creator, turut hadir untuk memberikan pandangannya mengenai pentingnya kecakapan bahasa Inggris bagi tenaga kerja.

Dia menyampaikan bahwa perusahaan tidak hanya memperhatikan kemampuan fundamental dari job seeker, tetapi juga kemampuan komunikasi mereka.

Kemampuan komunikasi yang diharapkan tidak dibatasi oleh kendala bahasa, sehingga kecakapan berbahasa Inggris menjadi prioritas.

Untuk itu, masyarakat usia produktif harus membiasakan diri untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris profesional.

Laporan EF EPI disusun berdasarkan data dari EF Standard English Test (EF SET) atau model tes mengukur kemampuan Bahasa Inggris lainnya yang disediakan oleh EF. EF SET adalah tes kemampuan membaca dan mendengarkan dalam bahasa Inggris.

Ini adalah tes standar dengan skor objektif yang dirancang untuk mengklasifikasikan kemampuan peserta tes ke dalam salah satu dari enam tingkat yang ditetapkan oleh Common European Framework of Reference (CEFR).

Setiap skor tes dinormalisasi untuk mendapatkan persentase jawaban yang benar untuk tes tersebut sebelum digunakan untuk menentukan skor EF EPI suatu negara. Hasilnya kemudian dirata-ratakan dan ditimbang sesuai dengan populasi masing-masing negara atau wilayah dalam setiap wilayah. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler