Bakal Jadi Pintu Masuk Wisatawan, Pelabuhan Benoa Ditata Ulang

Jumat, 29 November 2019 – 04:22 WIB
Desain penataan Pelabuhan Benoa. Foto dok Pelindo III

jpnn.com, BALI - Penataan Pelabuhan Benoa, Bali, terus digeber penyelesaiannya untuk menjadi pelabuhan cruise yang akan menjadi kawasan wisata berkelas dunia. 

Selain itu, pengembangan kawasan tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali, terutama di sektor pariwisata. 

BACA JUGA: Desain Baru Penataan Pelabuhan Benoa Disepakati, Pariwisata Bali Bisa Makin Tumbuh

Terlebih, setelah Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, mendatangi kawasan pengembangan Pelabuhan Benoa, Kamis, (28/11)

Menteri BUMN bersama rombongan melihat, mengecek, dan mendiskusikan secara langsung kemajuan pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Benoa yang dilakukan oleh Pelindo III. 

BACA JUGA: Kapal Pesiar Sandar di Pelabuhan Benoa, Gubernur Bali Apresiasi Pelindo III

Perusahaan milik negara tersebut mendapatkan tugas menantang, yakni mendongkrak kedatangan wisatawan mancanegara melalui laut, yang langsung terkoneksi dengan pengembangan ekonomi masyarakat Bali yang sebagian besar berada di sektor pariwisata. 

Dalam kunjungan tersebut, Erick memberikan masukan dan arahan pengembangan Pelabuhan Benoa, khususnya penataan kawasan. 

BACA JUGA: Pelabuhan Benoa Diharapkan Bisa Menjadi Home Port Cruise

Erick juga sangat berharap, dengan pengembangan ini, Pelabuhan Benoa akan menjadi Turn Around Port. Dengan demikian, penyelesaian pembangunan kawasan pelabuhan yang dikombinasikan dengan keramahtamahan pengelolaan wisata khas Bali akan meningkatkan kunjungan wisatawan melalui jalur laut.

“Saya berharap wisata di Bali bisa menjadi kelas dunia, wisatawan terus bertambah dan Gubernur Bali menyatakan mendukung penuh pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi pelabuhan cruise,” kata Erick.

Diharapkan nanti setiap hari ada satu unit  kapal cruise bersandar di pelabuhan ini. Karena itu, wilayah di Benoa ini akan ditata ulang oleh Pelindo III secara menyeluruh.

Erick juga menyetujui pemindahan pusat perikanan ke bagian belakang. Dengan penataan seperti itu, sebagaimana dibuat di Jepang dan Korea, wisata kuliner laut akan dapat didongkrak lebih maksimal. 

“Orang bisa datang memancing, hasilnya dimasak langsung  dan bisa dimakan di situ juga. Jadi para wisatawan saat turun dari kapal cruise bisa juga hanya berwisata di dalam Pelabuhan apabila mereka tidak ingin turun ke kota,” tambahnya.

Sementata, Doso menyampaikan bahwa Pelindo III akan segera mematangkan rencana penataan tersebut agar dapat terintegrasi dengan ekosistem Pelabuhan hingga 10 tahun ke depan, dan dalam perjalanannya juga telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Bali.

"Hutan ini sekaligus menjaga ekosistem Pelabuhan Benoa tetap terjaga, dan nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan turis kapal cruise untuk berjalan-jalan atau jogging, dan kegiatan lainnya,” ujar Doso.

Sesuai masukan dari Menteri BUMN dan Gubernur Bali, kata Doso, pihakny akan menata kembali lokasi eksisting Pelabuhan Benoa, seperti pemindahan area perikanan ke zona perikanan di wilayah dumping 1 yang baru, dan untuk kegiatan curah kering, gas, dan peti kemas juga dijadikan satu di wilayah dumping 2. 

"Pemindahan ini dimaksudkan supaya tidak mengganggu pemandangan para turis saat turun dari kapal cruise,” pungkas Doso.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler