Bakamla: Kapal Tiongkok Masih Berkeliaran di Natuna

Selasa, 07 Januari 2020 – 15:31 WIB
KRI Tjiptadi ikut disiagakan untuk mengamankan Laut Natuna. Foto: Antara Kepri/ Cherman

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Keamanan Laut atau Kabakamla Laksdya Achmad Taufiqoerrochman menyebut kapal-kapal Tiongkok masih banyak bertahan di Laut Natuna. Dari yang bertahan itu, dua di antaranya merupakan kapal coast guard Tiongkok.

"Jadi, yang jelas tadi sudah laporan menteri luar negeri tadi pagi, bahwa masih ada dua coast guard mereka di sekitar situ," kata Taufiqoerrochman ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (7/1).

BACA JUGA: SBY Tuntaskan Konflik Ambalat, Jokowi Harus Tegas soal Natuna

Namun, Taufiqoerrochman tidak merinci jumlah kapal-kapal Tiongkok yang berada di Laut Natuna. Dia hanya menjelaskan bahwa jumlah kapal nelayan Tiongkok tidak mengalami peningkatan.

"Kalau jumlah yang ada di sana, tetap," ungkap dia.

BACA JUGA: Bakamla Akan Lindungi Nelayan Indonesia di Perairan Natuna

Pemerintah Indonesia, kata dia, akan mengimbangi keberadaan kapal-kapal Tiongkok di Laut Natuna. Indonesia bakal mengerahkan kapal militer ke perairan Natuna.

Namun, dia tidak bisa merinci jumlah kapal Indonesia yang dikerahkan ke Laut Natuna. "Ya kami imbangi strategi mereka. Jadi, yang jelas kami akan memberangkatkan dua KRI dari Batam," timpal dia.

BACA JUGA: Klaim Tiongkok Berdaulat di Perairan Natuna Sebuah Kesalahan Besar

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengaku masuknya kapal penangkap ikan Tiongkok yang dikawal coast goard di Laut Natuna kini berbuntut panjang.

Menurut Hamid, nelayan Natuna tidak melaut setelah masuknya kapal-kapal Tiongkok tersebut.

"Sementara nelayan setop melaut, menunggu wilayah tangkapannya aman dari gangguan nelayan asing," kata Hamid saat dihubungi awak media, Senin (6/1).

Menurut dia, nelayan merasa takut dengan keberadaan kapal-kapal Tiongkok di Laut Natuna. Sebab, kapal-kapal Tiongkok terkadang menyerang nelayan lokal. "Mereka mau menabrak perahu nelayan kalau tidak lari," ungkap dia. (mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler