Ballon d’Or tak Adil Untuk Gelandang

Sabtu, 25 Januari 2014 – 17:38 WIB

jpnn.com - PARIS - Kegagalan Franck Ribery merengkuh trofi Ballon d’Or menyisakan banyak cibiran. Gelandang Bayern Muenchen itu dianggap diperlakukan sebagai anak tiri. Hal itu sekaligus menguatkan stigma Ballon d’Or memang tak pernah diperuntukkan bagi para gelandang.

Setidaknya, itulah yang diungkapkan asisten pelatih Paris Saint Germain, Claude Makelele. Mantan gelandang timnas Prancis itu menilai, Ballon d’Or dianggap selalu menjadi jatah para striker.

BACA JUGA: PP dan PB Nekat Lawan Undang-Undang

Sementara, para gelandang, bek atau kipper tak ubahnya penggembira. Padahal, Ribery sangat layak mendapatkannya. Pasalnya, pemain berusia 30 tahun itu memberi andil besar dalam kesuksesan Muenchen merebut lima gelar musim lalu.

“Posisi sebagai gelandang sering tak mendapat apresiasi. Ballon d’Or diberikan pada para striker. Kita harus lebih memikirkan para gelandang,” terang Makelele di laman resmi PSG, Sabtu (25/1).

BACA JUGA: Jadwal Live Sepakbola, Malam Hingga Dinihari Nanti

Makelele mungkin ada benarnya. Dalam enam tahun terakhir, tropi bergengsi itu selalu dibawa pulang para ujung tombak. Gelandang terakhir yang memenangkan tropi itu ialah Kaka pada musim 2007 silam.

“Padahal, posisi sebagai gelandang sudah berubah. Mereka dituntut untuk bertarung, mengatur strategi hingga menggiring bola. Ini peran yang sulit. Hanya ada beberapa pemain yang bisa melakukannya,” tegas Makelele. (jos/jpnn)

BACA JUGA: Pelajaran Buat Polisi, Final IIC Sebaiknya di Luar Negeri

BACA ARTIKEL LAINNYA... Support AFC ke PSSI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler