Bamsoet Cerita tentang Eks Anggota Delegasi RI ke Korsel, Kini Penjual Minuman di Trotoar

Selasa, 28 Juli 2020 – 12:08 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet dan Ibu Rupiah. Foto: Humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berolahraga jalan santai, mengitari Taman Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7) pagi.

Pagi itu udara terasa segar. Cuaca cerah. Sinar matahari hangat menyentuh kulit.

BACA JUGA: Bersama PARFI-56, Bamsoet Menggagas Film Pendek Empat Pilar MPR RI

Sesaat mata Bamsoet tertuju kepada penjual minuman yang tengah menjajakan dagangannya di trotoar Taman Proklamasi.

Ada sesuatu yang berbeda. Sang Ibu penjual minuman berjualan ditemani oleh puluhan ekor kucing.

BACA JUGA: Bamsoet Berharap Makin Banyak Atlet dan Penembak Profesional Baru

"Namanya, ibu Rupiah. Cukup unik. Berprofesi sebagai pedagang minuman. Ia sekaligus menjadi ibu angkat puluhan kucing liar di tempatnya berdagang," ujar Bamsoet seperti tayang dalam kanal YouTube Bamsoet Channel.

Ternyata, Ibu Rupiah bukan orang biasa. Ia merupakan perintis kemerdekaan Republik Indonesia.

BACA JUGA: Kardus Milik Pak Dosen Dibongkar Prajurit TNI, Isinya Mengejutkan, Parah!

Mengaku sebagai Relawan Perintis sejak era Soekarno. Pernah ikut menjadi anggota delegasi RI sampai ke Korea Selatan.

"Ketika itu katanya, Duta Besarnya adalah Sarwo Edhie Wibowo. Ayahanda Ibu Ani Yudhoyono, Bapak Mertua Pak SBY," tutur Bamsoet.

Ibu Rupiah tinggal di wilayah Pegangsaan, Jakarta Pusat, dari tahun 1961. Sejak ditinggal meninggal suaminya, ia harus menghidupi dua orang anaknya sendiri.

Tidak mempunyai modal besar, Ibu Rupiah memilih menjual minuman.

Dalam sehari pendapatan yang bisa diraih rata-rata hanya sekitar Rp 150.000. Kalau rezeki bagus, ia bisa mengantongi hampir Rp 300.000.

Toh, bagi wanita yang sudah memasuki masa senja ini, seberapapun rezeki yang diperoleh tetap disyukuri.

Uang hasil berjualan minuman digunakan untuk mengontrak satu kamar di bawah kolong jalan rel layang kereta api.

"Tidak jauh dari tempatnya berdagang. Lima ratus ribu rupiah per bulan," kata Bamsoet.

Dampak pandemi Corona sangat terasa bagi Ibu Rupiah. Selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Ibu Rupiah tidak bisa berjualan. Sempat nekat berdagang.

Akibatnya, kursi dan karpet tempat berjualannya disita petugas. Beruntung, ia sudah bisa kembali berdagang sejak satu bulan lalu.

Walau hanya berjualan minuman dengan hasil yang tidak terlalu besar, tak menyurutkan niat Ibu Rupiah untuk berbagi dengan sesama.

Siapa sangka, ia juga memiliki 10 anak angkat yang berasal dari jalanan. Bersama kedua anak kandung dan 10 anak angkatnya, Ibu Rupiah rela tidur berdesakan di kamar kontrakan yang sempit.

Tak hanya itu. Ibu Rupiah pun merupakan penyayang binatang. Ia memelihara sekitar 20 ekor kucing liar.

Kucing-kucing tersebut kerap menemani Ibu Rupiah berjualan di Taman Proklamasi. Salah satunya yang selalu dekat bernama Jalu.

"Walau terasa getir, namun saya menangkap kesan mereka tetap tidak putus asa dalam berjuang memenangkan kehidupan. Bahkan memberikan kehidupan bagi yang lainnya. Puluhan ekor kucing dan sepuluh anak yang berasal dari jalanan. Luar biasa. Semoga pemerintah daerah menaruh perhatian bagi rakyatnya yang berjuang disektor informal usaha mikro," kata Bamsoet. (ikn/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler